Abadikan Hari Bahagiamu Bersamanya Dengan Foto Prewedding

Abadikan Hari Bahagiamu Bersamanya Dengan Foto Prewedding

Setiap pasangan yang ada di seluruh dunia pasti akan merasa sangat bahagia, jika mereka bisa melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius seperti pernikahan.

Jika mereka sudah membicarakan tentang pernikahan maka pastinya mereka harus mempersiapkan berbagai keperluan seperti mencari baju pengantin, mencari  gedung dan tentunya momen yang akan diabadikan dalam foto prewedding.

Nah, kalau sudah seperti ini maka kalian tentunya sangat perlu mencari seorang fotografer yang handal juga kan. Tapi, sebelumnya kalian juga harus tahu donk seluk beluk dari tentang pembuatan foto prewedding ini. Kira-kira seperti apa sih seluk beluk foto prewedding ini?

Banyak Yang Menyalahartikan Tentang Pengertian Prewedding

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan foto prewedding ini? Istilah dari kata prewedding ini berasal dari bahasa Inggris. Yang kalau diartikan menjadi foto sebelum pernikahan.

Akan tetapi, untuk sekarang ini banyak orang yang menganggap bahwa foto prewedding ini adalah pemotretan yang dilakukan di suatu tempat dengan tema pernikahan. Hasil dari pengambilan gambar tersebut kemudian akan dipajang ketika acara resepsi, kartu undangan dan souvenir pernikahan.

Padahal pengertian sebenarnya dari foto prewedding adalah foto yang dilakukan sebelum pernikahan itu sendiri. Bisa meliputi foto pertunangan, foto acara Midodareni (dari adat budaya Jawa, malam sebelum pernikahan berlangsung).

Jadi pengertian yang betul tentang Foto Pre Wedding adalah benar – benar foto yang dilakukan sebelum acara pernikahan, bisa berupa foto dokumentasi sebuah acara adat sebelum pernikahan, foto dokumentasi pertunangan maupun foto gaya yang selama ini banyak diketahui oleh orang dengan sebutan Pre Wedding.

Penyebaran Foto Prewedding Berasal Dari Cina

Banyak orang ynag menanyakan tentang kapan sebenarnya foto ptewedding ini mulai menyebar. Menurut dari beberapa sumber yang kami dppatkan bahwa sebenarnya munculnya foto prewedding berasal dati negari Cina.

Pada waktu itu tepatnya di tahun 1990 di wilayah Cina daratan terbukalah sistem ekonomi Cina muliai dari yang komunis hingga sampai yang kapitalis. Di sinilah foto prewedding mulai berkembang dengan pesat.

Saat itu wilayah Cina ini memang sedang kebanjiran produk Elektronik yang datang dari Jepang, Korea dan juga Taiwan. Para investor ini pun berbondong bondong untuk membuat pabrik Elektronik di Cina. Ini dikarenakan Production Cost yang cukup murah (terutama birokrasi dan ijin usahanya)

Dikatakan juga kalau pada waktu itu wilayah Asia ini lagi marak-mataknya dengan serial dram Asia yang temanya cinta-cintaan seperti  meteot garden dan masih banyak lagi. Drama-drama ini biasanya juga dijadikan sebagai media promosi foto prewedding, misalnya saja adanya poster yang menampilkan pose-pose yang mesra dari para pasangan. Hasil foto yang di dapat pada saat itu masih menggunakan pengolahan sederhana, seperti property seadanya dengan olahan warna terang khas Asia.

Tidak ada info yang pasti tentang siapa sebenarnya pencetus pertama kali konsep prewedding photography ini. Namun diyakini ide pemotretan Pre wedding pada mulanya digunakan oleh kalangan hi class ( royal wedding bangsa eropa) dengan maksud membuat sebuah acara pernikahan seperti sebuah acara Premiere Film , Foyer yang bertaburan dengan foto, Mezzanine yang meriah dan lain-lain

Konsep pre wedding photography berkembang sangat pesat di cina, pre-wedding photography menjadi bisnis yang menjamur merambah kalangan menengah ke bawah. bahkan dikatakan Industri Fotografi di cina sudah seperti Produksi “Ban Berjalan”.

Di dalam 1 studio ini akan terdapat 5 set dekorasi dimana para calon pengantin akan mengantri untuk di foto bergantian. Dari sanalah prospek bisnis baru bernama Fotografi Prewedding, mulai berkembang di Taiwan, Hongkong, Jepang, hingga akhirnya masuk ke Indonesia.

Lalu, bagaimana dengan wilayah Barat seperti Eropa dan Amerika, apakah mereka mengenal genre Foto ini ?

Sebenarnya kalau dilihat secara teoritis ya. Kita bisa lmelihatnya dari berbagai majalah, buku fotografi bahkan mereka mengenal istilah pre wedding photography sebagai Engagement Photo.

Namun kalau kalau kalian melihatnya dengan lebih teliti, maka kalian akan melihat perbedaan budaya yang signifikan dari foto- foto mereka.

Bagi kebayakan otang “Barat” bisa dibilang mereka tidak pernah menyewa Fotografer khusus untuk Foto Prewedding, karena biayanya yang sangat mahal. Mereka selalu beranggapan bahwa foto adalah karya seni dan karya seni yang baik tidak pernah murah.

Foto bagus yang dihargai dengan harga murah, sama seperti mengharapkan Mercedez A-Klasse dengan harga Avanza. Jangankan hasil editing Hi-Res, files RAW atau JPEG mentah kadang disimpan oleh Fotografer.

Perlu izin tersendiri jika ingin mencetak atau membuat album. pencetakannya pun harus di tempat yang ditunjuk oleh fotografer itu sendiri. Wah, ternyata memang benar ya sesuatu yang indah memang harus dinilai dengan mahal. Apalagi untuk pernikahan yang merupakan momen sekali seumur hidup.

Alat Yang Dibutuhkan Untuk Pembuatan Foto Prewedding

Sudah bisa dipastikan kalau peralatan fotografi untuk pernikahan memang sangat banyak, masing-masing peralatan memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda, baik sebagai peralatan pokok maupun peralatan tambahan.

Peralatan pokok ini sebenarnya hanya membutuhkan kamera dan flash, itu sudah cukup. Namun jika kalian menginginkan hasil foto yang lebih baik maka kalian perlu berbagai perlengkapan tambahan lain seperti flash external, payung reflektor, triger, tripod dan lain sebagainya.

Nah, di bawah ini ada beberapa daftar peralatan untuk menciptakan foto prewedding yang indah.

Lensa Kamera

Lensa kamera ini sendiri merupakan salah satu alat pada bagian kamera yang berfungsi untuk memfokuskan dan menghantarkan cahaya hingga kedalam tubuh kamera sehingga mampu menghasilkan citra visaul dalam alat perekamnya. Alat perekam ini bisa berupa film negatif maupun data digital yang dapat tersimpan di memory card.

Kelebihan dalam menggunakan kamera SLR ataupun DSLR dalam fotografi pernikahan, salah satunya adalah lensa kamera dapat diganti sesuai dengan kebutuhan.

Lensa kamera ini terdapat banyak jenisnya, masing-masing jenis bisa digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan khusus sehingga hasil foto bisa tampak lebih maksimal.

Untuk dapat bekerja lebih optimal dalam meciptakan foto pernikahan yang wow setidaknya kalian harus memiliki minimal 2-3 jenis lensa, meskipun masih banyak fotografer pernikahan yang hanya menggunakan lensa kit bawaan kamera saja.

Memang sih lensa kit ini cukup praktis dan fleksibel, karena ukuran panjang fokal lensa ini hanya 18-55 mm, namun kebanyakan hasil gambar dari lensa kit masih kurang maksimal.

Beberapa jenis lensa yang sering digunakan untuk fotografi pernikahan prfesional diantaranya adalah Prime Lens/Fix Lens (50mm) yang sering digunakan untuk foto portrait, pas foto, modeling, product dan lain-lain, ditambah menggunakan lensa Ultra Wide Lens (8mm – 20mm), Wide Lens (20mm – 35mm) dan Standard Lens (35mm – 105mm).

Kamera DSLR

Untuk memilih kamera yang tepat, kalian harus menyesuaikannya dengan budget yang tersedia. Saat ini ada banyak jenis kamera DSLR dengan tingkat harga yang bervariasi tergantung fitur yang dimiliki.

Jika dana mencukupi, belilah kamera tipe CANON EOS 1100D yang sudah cukup baik kualitas dan fiturnya. Tetapi jika dana mepet, NIKON D3000 saya rasa sudah lebih dari cukup. Apalagi jika kalian tidak berniat terjun ke dalam bisnis secara serius, melainkan hanya untuk menjepret foto prewedding biasa atau keluarga.

Cleaning kit dan Lens Hood

Sangat mungkin lensa kamera kita akan menjadi kotor selama proses pemotretan dan hal tersebut dapat meniggalkan noda pada hasil foto karena lensa yang tertutupi noda.

Namun jika kita sudah menyiapkan cleaning kit maka kendala tersebut akan sangat mudah untuk diatasi. Sedangkan lens hood berguna untuk menjaga foto kita tetap soft dari cahaya berlebih yang masuk dari sisi samping lensa

Flash Eksternal

Hampir di semua kamera DSLR yang saat ini beredar di pasaran, bisa dipastikan bahwa kamera tersebut sudah dilengkapi dengan flash internal. Kebanyakan letak flash internal ini berada di bagian atas kamera dan diatasnya lagi terdapat slot dudukan flash eksternal. Jika kamera di set auto, flash internal biasanya bisa bekerja secara otomatis ketika ruangan terlalu gelap dan membutuhkan tambahan cahaya.

Meski flash internal sudah ada dalam kamera, namun bagaimanapun juga untuk melengkapi peralatan fotografi pernikahan tetap membutuhkan flash eksternal. Ada banyak fungsi flash eksternal dalam dunia fotografi, beberapa fungsi tersebut misalnya untuk menerangi objek, memencarkan pencahayaan yang lebih merata, memunculkan kesan warna putih dan halus, untuk menghilangkan efek bayangan dari obyek, dan lain sebagainya.

Memori Tambahan

Secara default kamera memang sudah dilengkapi dengan kartu memori. Tapi seorang fotografer profesional wajib mempunyai lebih dari satu kartu memori. Sifatnya sih opsional dan untuk antisipasi jika memori penuh atau bukan tidak mungkin rusak akibat pemakaian.

Opsi terbaru yang bisa kalian beli antara lain, SanDisk Ultra microSDXC UHS-I128GB2, PNY micro SDHC atau SDXC UHS-I, dan SD card Samsung EVO dan Pro. Ketiganya bisa jadi pilihan paling tepat karena dibekali teknologi terbaru yang dioptimalkan untuk kecepatan akses perangkat, salah satunya kamera.

Softbox

Softbox dalam peralatan fotografi pernikahan berfungsi untuk memancarkan cahaya yang lebih lembut dan terarah pada objek foto. Alat ini lebih banyak digunakan di dalam studio foto, mampu melunakkan cahaya yang keras, hasil lebih merata dan dapat menghilangkan bayangan obyek yang ada difoto.

Softbox pada umumnya mempu mengurangi kekuatan sinar hingga 3-4 stop dan ini juga mampu menghasilakan pancaran cahaya yang lebih luas, semakin besar ukuran softbox-nya maka akan menghasilkan cahaya yang lebih halus. Efek lain yang bisa dihasilkan dari softbox ini adalah munculnya refleksi bayangan bentuk segi empat pada mata objek.

Untuk ukuran studio foto akan lebih baik jika terdapat 2 softbox, keduanya bisa diletakkan di bagian depan sebelah kanan dan kiri objek.

1Umbrella dan Strobist

Jika kita membutuhkan power cahaya yang lebih kuat dari flash speedlight. Untuk area objek foto yang luas dan kita membutuhkan cahaya lebih untuk mengambil gambar banyak orang maka umbrella dan strobist layak kita masukan dalam list.

Nah, itu dia penjelasan sedikit tentang foto prewedding ini. Dengan menggunakan foto prewedding ini kalian bisa mengabadikan momen-momen yang indah bersama dengan orang yang kalian cintai. Happy wedding.