Fotografi Landscape, Jenis Fotografi yang Memotret Pemandangan

Fotografi Landscape, Jenis Fotografi yang Memotret Pemandangan

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa pada zaman modern ini, fotografi menjadi suatu cabang seni yang digandrungi oleh berbagai kalangan. Perkembangan teknologi digital dalam dunia fotografi semakin membuat banyak orang jatuh hati pada kegiatan belajarnya, bahkan orang-orang menjadikannya sebagai gaya hidup. Ngomong-ngomong soal fotografi nih gengs, pastinya Anda tau dong apa itu fotografi?

Yaps, Fotografi adalah sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar/foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu. Nah, sebagai cabang seni, pastinya fotografi memiliki berbagai cabang yang sesuai dengan obyek/teknik/lokasi pengambilan gambar. Dan salah satu cabang dari fotografi yaitu fotografi landscape. Well, pasti kalian pada penasarankan, apa itu fotografi landscape? Yuk langsung aja simak ulasannya di bawah ini..

Mengenal Fotografi Landscape

Landscape atau dalam Bahasa Indonesia disebut lanskap, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian tata ruang di luar gedung (untuk mengatur pemandangan alam). Jadi, fotografi landscape atau fotografi lanskap adalah salah satu jenis/cabang seni fotografi dimana obyek yang difoto adalah tata ruang di luar gedung/pemandangan alam atau keindahan alam.

Fotografi landscape secara sederhana adalah teknik fotografi memotret pemandangan alam, namun bisa juga dikombinasikan dengan manusia, hewan dan yang lainnya, tapi tetap yang menjadi fokus utamanya adalah alam. Foto Landscape merupakan suatu bagian atau porsi dari pemandangan yang dilihat dari sebuah titik pandang pribadi. Pemandangan merupakan subjek utama dari sebuah landscape.

Untuk mendapatkan hasil fotografi landscape yang bagus, ada banyak faktor yang perlu diperhatikan mulai dari kamera dan lensanya, juga aperture yang mempengaruhi depth of filed atau tingkat ketajaman seluruh gambar. Semakin tajam keseluruhan gambar maka semakin bagus fotografi landscape yang dihasilkan.

Fotografi landscape bisa menjadi cara untuk melihat keseluruhan isi dunia yang menawan serta menunjukkan seni dalam hidup. Dan dengan teknologi yang tepat, Anda juga bisa memperoleh foto landscape yang luar biasa.

Tokoh-tokoh penting fotografer lanskap termasuk Ansel Adams

Ansel Easton Adams (20 Februari 1902 – 22 April 1984) adalah seorang fotografer Amerika dan pencinta lingkungan, paling dikenal untuk foto hitam-putih Amerika Barat, khususnya di Taman Nasional Yosemite. Dengan Fred Archer, Adams mengembangkan Sistem Zona sebagai cara untuk menentukan eksposur yang tepat dan menyesuaikan kontras. Kejelasan dan kedalaman yang dihasilkan merupakan ciri foto-fotonya. Adams menggunakan kamera format besar resolusi tinggi yang membantu menjamin ketajaman dalam gambar-gambarnya. Adams mendirikan Grup f/64 bersama dengan sesama fotografer Willard Van Dyke dan Edward Weston. Foto-foto Adams diproduksi ulang di kalender, poster, dan dalam buku-buku, membuat foto-fotonya tersebar luas.

Apa yang Tidak termasuk Fotografi Landscape?

Fotografi landscape bukan foto jurnalis, karena bukan sebuah dokumentasi. Tujuan foto landscape tidak hanya mementingkan untuk mengambil gambar dengan cara yang biasa. Pada banyak kesempatan, kita sebenarnya menanti di mana kondisi berubah, dan biasa-biasa saja menjadi luar biasa.

Bentuk-bentuk Fotografi Landscape

Fotografi landscape memiliki bentuk-bentuk yakni seperti berikut ini:

  • Representational

Ini juga dikenal dengan gaya deskriptif yang lurus, dimana gambar yang dihasilkan adalah paling alami dan realistis tanpa manipulasi visual atau manipulasi buatan. So, apa yang Anda lihat itulah yang Anda dapatkan. Kompopsisi dan detail merupakan hal yang diunggulkan dalam style ini, dengan elemen penting yakni cahaya, waktu dan cuaca.

  • Impressional

Berbeda dengan representational, impressional menggunakan teknik fotografi sehingga gambar menarik untuk didapatkan. Gambar yang dihasilkan tentu kurang nyata dan berbeda dengan apa yang kita lihat dengan mata telanjang. Penggunaan shutter speed lambat dan aperture kecil serta efek filter akan menampilkan kesan berbeda dari aslinya, namun landscape akan tampil sangat menarik namun tetap mempertahankan essensinya sebagai gambar landscape.

  • Abstrak

Sama seperti aliran seni lainnya, abstrak berarti imajinasi seni yang diolah oleh seniman, sehingga terwujudllah bentuk yang unik, meskipun kita sering menjumpainya, bisa jadi kita tidak mengenalinya.

  • Pedesaan

Berbentuk layar yang tidak ada manusia di dalamnya, tapi gambar itu mengisyaratkan ada manusia yang tinggal dalam foto tersebut. Gambar dari hasil fotografi ini diambil di daerah luar atau di ladang/perkebunan, contohnya: daerah pertanian.

  • Laut/Seascapes

Ini merupakan foto landscape yang menunjukkan pemandangan hamparan pantai, lautan dan bentangan lautan yang luas. Fotografi seascape yang paling menajubkan yaitu saat daratan dan lautan bertemu. Dalam gambar ini juga biasanya ada aktifitas manusia dan bangunan-bangunan hasil karya manusia.

  • Perkotaan/Pemandangan di Perkotaan

Fotografi ini menggambarkan tampilan keliling, juga kegiatan/hiruk pikuk manusia di dalamnya. Genre/aliran lainnya yang termasuk dalam kategori ini yaitu fotografi cityscape, fotografi arsitektur dan juga fotografi candid street.

  • Dokumentasi/Mengenai Lingkungan

Fotografi jenis ini murni, tidak ada pengaruh manusia di dalamnya, inti dari foto ini hanya detail yang diciptakan dari alam yang terlihat pada foto landscape. Bergantung pada subjek apapun dan komposisi dalam tampilan. Fotografi landscape jenis ini juga bisa di baca dalam genre/aliran “fotografi alam”.

Peralatan yang Digunakan Fotografer Landscape

Alat yang sering digunakan, yang paling utama yaitu kamera. Peralatan lain yang wajib dibawa oleh seorang fotografer lansdcape adalah lensa dengan tipe fokal lebar. kenapa? ya seperti yang telah dijelaskan di atas, obyek fotonya adalah pemandangan alam, yang tentunya sudah pasti lebar, maka dibutuhkan lensa yang juga dapat mencakup daerah yang lebar. Biasanya lensa ini memiliki fokal 28mm ke bawah (untuk kamera dengan sensor full frame) atau 18 mm ke bawah (untuk kamera dengan crop sensor) bahkan lebih kecil lagi untuk kamera dengan sensor four thrird.

Penggunaan akesori lain juga diperlukan seperti filter khusus landscape yakni filter polarizer yang mampu meningkatkan ketajaman warna dengan jalan membelokkan cahaya, atau filter neutral density untuk memfilter cahaya yang bisa dipadukan dengan penggunaan shutter speed lambat untuk menghasilkan efek pergerakan air yang lembut.

Fotografer landscape juga wajib membawa alat kebersihan dan keamanan kamera. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa kamera dapat mengalami masalah jika kotor, terlebih fotografi landscape pasti dilakukan di tempat terbuka. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, maka dibutuhkan peralatan kebersihan dan perlindungan dari air.

Dan selain itu, kita juga harus membawa backup baterai dan memory card. Untuk apa? untuk jaga-jaga jika kita banyak mengambil foto karena memang banyak obyek yang menarik, kan kesel juga kalau masik banyak obyek menarik yang belum kita abadikan, eh, batere kamera abis atau memory penuh, hehehe..

Langkah-langkah untuk Membuat Hasil Foto Landscape yang Bagus

Memotret landscape dan alam yang indah pada saat Traveling itu tidak susah, semua orang bisa memotret landscape yang indah. Memotret alam bisa kamera apa saja baik DSLR, Mirrorless, Smartphone maupun kamera saku. Fotografer dadakan/pemulapun bisa membuat foto landscape yang bagus, asal tahu trik dan tipsnya. Nah pastinya kita semua mau dong hasilnya bagus. Lalu bagaimana cara memotret landscape yang benar sehingga hasilnya bagus? Berikut inilah tips agar hasil foto landscpae menjadi keren:

  • Maksimalkan Depth of Field (DoF)

Sebuah pendekatan konsep normal dari sebuah landscape photography adalah “tajam dari ujung kaki sampai ke ujung horizon”. Konsep dasar teori “oldies” ini menyatakan bahwa sebuah foto landscape selayaknya sebanyak mungkin semua bagian dari foto adalah focus (tajam). Untuk mendapatkan ketajaman lebar atau dengan kata lain bidang depth of focus (DOF) yang selebar-lebarnya, bisa menggunakan apperture (bukaan diafragma) yang sekecil mungkin (f number besar), misalnya f14, f16, f18, f22, f32, dan sebagainya.

  • Gunakan Tripod dan Cable Release

Tripod dibutuhkan untuk long exposure, untuk menjamin agar foto yang dihasilkan tajam. Cable release juga akan sangat membantu. Jika kamera memiliki fasilitas untuk mirror-lock up, maka fasilitas itu bisa juga digunakan untuk menghindari micro-shake akibat dari hentakkan mirror saat awal.

  • Carilah Focal Point atau Titik Focus

Titik focus yang dimaksud bukanlah titik dimana focus dari kamera diletakkan, tapi lebih merupakan titik dimana mata akan pertama kali tertuju (eye-contact) saat melihat foto.

Focal point bukanlah POI (Point Of Interest), tapi POI juga bisa menjadi focal point. Justru focal point yang akan menjadi titik awal untuk mengeksplorasi POI.

  • Carilah Foreground (FG)

Foreground bisa menjadi focal point bahkan menjadi POI (Point of Interest) dalam foto landscape Anda. Sebuah object atau pattern di FG bisa membuat “sense of scale” dari foto landscape kita.

  • Pilih Langit atau Daratan

Langit yang berawan bergelora, apalagi pada saat sunset atau sunrise, akan membuat foto kita menarik, tapi kita tetap harus memilih apakah kita akan membuat foto kita sebagian besar terdiri dari langit dengan meletakan horizon sedikit dibawah, atau sebagian besar daratan dengan meletakkan horizon sedikit dibagian atas.

  • Carilah Garis/Lines/Pattern

Sebuah garis atau pattern bisa membuat atau menjadi focal yang akan menggiring mata untuk lebih jauh mengexplore foto landscape Anda. Kadang leading lines atau pattern tersebut bahkan bisa menjadi POI dari foto tersebut.

  • Capture Moment & Movement

Sebuah foto Landcsape tidak berarti kita hanya menangkap (capture) langit, bumi atau gunung, tapi semua elemen alam, baik itu diam atau bergerak seperti air terjun, aliran sungai, pohon-pohon yang bergerak, pergerakan awan dan lainnya dapat menjadikan sebuah foto landscape yang menarik.

  • Bekerja Sama dengan Alam atau Cuaca

Sebuah scene dapat dengan cepat sekali berubah. Oleh sebab itu menentukan kapan saat terbaik untuk memotret adalah sangat penting. Kadang kesempatan mendapat scene terbaik justru bukan pada saat cuaca cerah langit biru, tapi justru pada saat akan hujan atau badai atau setelah hujan atau badai, dimana langit dan awan akan sangat dramatis.

  • Golden Hours & Blue Hours

Pada normal colour landscape photography, saat terbaik biasanya adalah saat sekitar (sebelum) matahari terbenam (sunset) atau setelah matahari terbit (sunrise). Golden hours adalah saat, biasanya 1-2 jam sebelum matahari terbenam (sunset) hingga 30 menit sebelum matahari terbenam, dan 1-3 jam sejak matahari terbit, dimana “golden light” atau sinar matahari akan membuat warna keemasaan pada object.

  • Cek Garis Horizon

Dua hal penting sebelum menekan tombol shutter yang harus diperhatikan, apakah horizon sudah lurus dan apakah horizon sudah dikomposisikan dengan baik.

  • Pergunakan Alat Bantu

Selain tripod dan cable release, berikut inilah alat bantu filter untuk mendapatkan foto landscape agar lebih baik:

  1. CPL filter
  2. ND filter
  3. Graduated ND filter
  4. Graduated color filter
  5. Bubble level jika tidak ada grid pada view finder atau gunakan focusing screen dengan grid, sangat membantu untuk mencapai levelnya horizon.

Selanjutnya, Bagaimana Sebuah Gambar Landscape yang Berhasil?

Landscape harus memiliki koneksi dengan viewer dan mampu bercerita kepada mereka. Ini tentu bukan hal mudah untuk dikuasai karena melibatkan banyak hal seperti penyusunan komposisi, penguasaan teknik kamera, penguasaan terhadap alat, meluangkan waktu yang cukup panjang untuk riset maupun berada di lokasi, serta memahami banyak hal terkait dengan alam termasuk cuaca dan pencahayaan yang optimal.

Landscape bukan hanya perkara pemandangan indah yang terekam dalam gambar, namun lebih dari itu, biarkan viewer merasakan berada di lokasi sesungguhnya. Misal angin yang bertiup bisa abadikan dengan shutter speed lambat awan yang bergerak sehingga kesan gerak akan terekam, begitu pula dengan air terjun yang diabadikan dengan shutter speed lambat akan nampak lembut. Untuk menghadirkan mereka di lokasi, maka setiap sudut gambar perlu tampil setajam mungkin sehingga kesan 3 dimensi bisa diperkuat.

Penggunaan elemen foreground middle maupun background juga mampu memperkuat kesan 3D. Penggunaan aperture sempit seperti f/16 dengan ISO rendah dapat mewujudkan gambar landscape yang tajam. Dimalam hari penggunaan shutter speed lambat akan sangat dibutuhkan sehingga tripod menjadi aksesori wajib untuk fotograif landscape.

Well, itulah sedikit pembahasan mengenai fotografi landscape. Fotografi landscape ini sangat populer dikalangan fotografer. Dan untuk menghasilkan oto landscape yang bagus dan keren bukanlah hal yang mudah untuk diperoleh, karena hal tersebut membutuhkan kesabaran, ketekunan, latihan, serta waktu yang banyak..