Fotografi : Pengertian, Jenis Serta Fungsinya

Fotografi : Pengertian, Jenis Serta Fungsinya

Untuk mengabadikan suatu momen tertentu, pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan kegiatan berfoto ria. Nah, apalagi dijaman modern seperti saat ini. Sudah menjadi hal yang wajib rasanya untuk mengambil gambar pada tiap momen yang kita punya untuk kemudian memamerkannya lewat akun-akun media sosial kita.

Di era digital seperti sekarang ini, fotografi bukan lagi sesuatu hal yang tabu bagi masyarakat di dunia. Fotografi kini menjelma menjadi sebuah trend atau gaya hidup dikalangan masyarakat luas semenjak berkembangnya social media.

Tidak hanya fotografer dan jurnalis professional saja yang dapat menekuni dunia fotografi, masyarakat awam pun bisa asalkan memiliki kamera, baik itu kamera pada smartphone atau kamera digital. Namun sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan fotografi? Untuk memahaminya lebih lanjut, yuk kita simak bersama ulasan di bawah ini.

Pengertian Dan Sejarah Singkat Fotografi

Fotografi merupakan serapan dari bahasa Inggris “photography” yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “photos” (cahaya) dan “grafo” (melukis/menulis). Jadi, fotografi merupakan sebuah proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka terhadap cahaya.

Ilmu pengetahuan dan praktik menciptakan gambar yang tahan lama dengan merekam cahaya atau radiasi elektromagnetik lain, baik secara kimia dengan menggunakan film fotografi atau secara eletronik melalui sebuah sensor gambar. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Fotografi adalah proses seni melukis dengan media cahaya, maka setiap orang bisa melakukan kegiatan fotografi jika mempunyai sebuah kamera, tetapi apakah semua orang dapat menghasilkan sebuah seni? Seni yang paling utama dalam fotografi adalah komposisi, dengan komposisi yang baik maka foto yang dihasilkan akan mempunyai makna dan cerita yang bisa disampaikan.

Jika berbicara mengenai fotografi, mungkin sebagian besar orang akan mempunyai gambaran tentang wujud foto baik digital maupun dalam bentuk secarik kertas didalam kepala masing–masing. Namun, bagaimana dengan sejarah singkat fotografi sendiri? Salah satu pelopor fotografi yang paling umum adalah penemuan kamera obscura yang menjadi latar belakang dan alasan majunya teknologi fotografi masa kini.

Pada abad ke-19, tepatnya di tahun 1839 merupakan tahun awal kelahiran fotografi. Pada tahun itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi dengan hasilnya berupa rekaman dua dimensi seperti yang terlihat oleh mata, sudah bisa dibuat permanen. Fotografi kian populer seiring dengan perkembangan teknologi.

Sejarah fotografi bermula jauh sebelum Masehi. Pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti mengamati suatu gejala. Jika pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari fenomena kamera obscura.

Berabad-abad kemudian banyak yang menyadari dan mengagumi fenomena ini, sebut saja Aristoteles pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM. Yang berusaha untuk menciptakan serta mengembangkan alat yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia “Giambattista della Porta” menyebut Camera Obscura pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.

Nama kamera obscura diciptakan oleh Johannes Kepler pada tahun 1611. Johannes Kepler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan memberi nama alat tersebut kamera obscura. Didalam tenda sangat gelap kecuali sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di atas selembar kertas.

Penelitian demi penelitian terus berlanjut hingga pada tanggal 19 Agustus 1839. Desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya. Sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon).

Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, pelat dicuci larutan garam dapur dan air suling. Daguerre sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma. Sejak saat itu fotografi kemudian berkembang dengan sangat cepat.

Kini, segala aspek peradaban disangga dengan kemajuan teknologi tidak terlepas fotografi. Fotografi diaplikasi kan dengan teknologi secanggih SLR (Single Lens Reflex) dan berevolusi menjadi DSLR (Digital Single Lens Reflex). Hadirnya dan mendominannya teknologi DSLR memberikan kesempatan menghasilkan foto dengan praktis dimana penyimpanan data gambar menjadi mudah di akses dengan waktu yang singkat.

Fotografer (juru foto) juga dapat meninggalkan kerumitan penggunaan roll film dan kamera boks. Revolusi teknologi yang luar biasa pada dunia fotografi akhirnya dapat mengalahkan salah satu musuh terbesar dalam pelukisan dengan cahaya yaitu waktu.

Secara garis besar, pengertian fotografi adalah suatu proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya.

Prinsip dari fotografi itu sendiri adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Nah, medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan yang identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (lensa).

Mata manusia dapat melihat, karena ada cahaya yang menyinari benda tersebut dan memantulkan ke mata kita sehingga dapat dilihat oleh mata manusia. Begitu juga dengan fotografi. Cahaya yang dipantulkan di tangkap dan direkam oleh media perekam film (sensor digital).

Cahaya menajadi media penghantar warna dan bentuk benda alam kedalam mata, film, sensor digital. Nah, dari banyaknya foto yang pernah Anda lihat, apakah Anda dapat menyadari bahwa di setiap foto memiliki fokus yang berbeda-beda? Perbedaan fokus itulah yang membuat seni fotografi ini memiliki banyak jenis di dalamnya.

Jenis-Jenis Fotografi

Nah, untuk belajar dan mengenal lebih dalam tentang fotografi agar hasil foto anda lebih keren, anda perlu tahu jenis-jenis fotografi. Dengan mengetahui macam-macam fotografi, maka anda tidak akan kebingungan mau memotret apa karena ada banyak tema yang bisa dipilih.

Pemilihan tema sangat penting supaya kamu bisa lebih fokus dalam memotret. Dengan demikian, foto yang dihasilkan memiliki nilai estetika dan makna yang bisa diapresiasi oleh orang lain. Dan berikut ini jenis-jenis fotografi.

1. Human Interest

Sama dengan portrait photography, subjek utama dalam human interest photography adalah manusia. Namun ada hal mendasar yang membedakan keduanya. Human interest (HI) lebih menonjolkan sisi kehidupan dan interaksi manusia dengan lingkungan sekitarnya dalam kesehariannya. Selain itu, lewat moment-moment yang dibidik, fotografer diharapkan mampu membangkitkan perasaan empati maupun simpati si penikmat foto.

2. Portrait Photography

Setiap manusia memiliki karakteristik dan kepribadian yang berbeda beda. Inilah yang menjadi kekuatan dalam Portrait Photography. Bukan sekedar asal jepret, tetapi dalam jenis fotografer dapat mengatur model agar dapat menampilkan bagaimana mimik, kepribadian, suasana hati agar foto yang dihasilkan terlihat lebih terkesan.

Maka dari itu, wajah seorang model harus memiliki kesan emosional agar lebih berkesan. Tak hanya itu saja, background, pencahayaan dan gesture juga harus diperhatikan.

3. Fotografi Landscape

Fotografi Landscape adalah fotografi pemandangan alam atau dalam pengertian lain adalah jenis fotografi yang merekam keindahan alam. Dapat juga dikombinasikan dengan yang lain seperti manusia, hewan dan yang lainnya namun tetap yang menjadi fokus utamanya adalah alam.

Ada beberapa sub dari fotografi landscape seperti seascape yang lebih fokus ke laut, cityscape yang fokus ke perkotaan dan skyscape yang fokus pada pemandangan langit.

4. Wildlife Photography

Wildlife Photography menjadi tantangan tersendiri, karena kita berada di alam bebas banyak hewan hewan liar yang berkeliaran, tentunya itu memicu adrenalin. Apalagi hewan yang ditemui hewan buas seperti serigala, harimau, babi hutan. Alat yang dibutuhkan agar kita tak berada jangkauan dekat dengan hewan hewan buas itu adalah lensa zoom yang memiliki jarak yang jauh. Selalu waspada dalam berburu Wildlife Photography ini.

5. Fotografi Mikro (Micro Photography)

Fotografi mikro menggunakan kamera khusus dan mikroskop untuk menangkap gambar objek yang sangat kecil. Kebanyakan aplikasi fotografi mikro paling cocok untuk dunia ilmiah. Misalnya, fotografi yang digunakan dalam disiplin ilmu yang beragam seperti astronomi, biologi dan kedokteran.

6. Aerial Photography

Jika kamu melihat suatu subjek yang seolah-olah kamu melihatnya dari atas, itulah yang disebut dengan aerial photography. Foto-foto aerial membuat kamu layaknya seekor burung yang sedang terbang di angkasa. Jenis fotografi ini mempunyai ciri khusus yang sangat unik, yaitu teknik pengambilan gambar (angle) yang dilakukan dari atas.

Untuk bisa melakukannya, sang fotografer membutuhkan alat bantu khusus seperti drone misalnya. Cara lain yaitu dengan naik kendaraan seperti helikopter atau pesawat.

7. Fotografi Jurnalistik

Adalah para mereka fotografer yang terikat dengan sebuah instansi maupun aturan-aturan resmi yang termuat didalam undang-undang, tidak semua foto bisa dimasukan kedalam fotografi jurnalistik, aturan sangatlah penting untuk dipahami agar hasil foto layak untuk dipublikasikan dimedia maupun koan-koran tertentu.

Contoh aturan fotografi jurnalistik salah satunya ialah memotret sesuai dengan keadaan riil (nyata) yang sbenenarnya terjadi, jika pengambilan fotonya salah maka tidak mungkin dimuat oleh media, bisa bahaya jika publik melihat foto tersebut lalu menerjemahkan fotonya dengan yang lain.

8. Street Photography

Street Photography atau fotografi jalanan adalah aliran fotografi yang menarik. Sedikit berbeda dengan foto jurnalistik yang fokusnya mengabadikan momen puncak/klimaks. Street photography bertujuan untuk merekam kegiatan sehari-hari. Foto biasanya diambil dari jarak dekat dan fotografer berada disekitar objek daripada dari jarak jauh. Fotografer harus dapat mengambil gambar dengan diam-diam tapi bukan sembunyi dan melakukannya dengan cepat dan lugas.

9. Travel Fotografi

Genre fotografi perjalanan belumlah lama diperbincangkan publik, bahkan tahun 2000-an saja belum ada profesi ini, namun berkat teknologi yang semakin berkembang membuat fotografi mempunyai profesi yang bermunculan baru. Banyak orang bilang bahwa profesi ini sangatlah menyenangngkan, sudah jalan-jalan dan dapat uang pula, mungkin bisa dibilang fotografi yang paling menyenangkan dan diidam-idamkan seseorang.

Travel fotografi tidaklah sekedar memotret landscape atau alam dan budaya, namun didalamnya banyak sekali teknik dan konsep sehingga bisa disebut travel fotografi.

Berbicara travel fotografi tentunya tidak terlepas pula dari yang namanya memotret human interest, food fotografi, hingga arsitekture fotografi, bisa dibilang profesi travel fotografi paling banyak untuk memahami berbagai jenis genre yang terkait dengan perjalanan, oleh karena itu genre fotografi ini banyak yang diminati oleh kalangan anak muda karena sifatnya yang lebih luas.

10. Wedding (Event Fotografi)

Dapat dikatakan bahwa para fotografer pendatang baru memulai karirnya dengan berlatih memotret acara pernikahan atau event fotografi. Tapi hal ini bukan berati bahwa wedding photography tidak memerlukan keterampilan apapun. Apabila sudah terjun dalam wedding fotografi maka harus memiliki kecakapan yang baik soal editing.

Dalam dunia fotografi bayak terdapat jenis-jenis fotografi spesifik yang dapat kamu dalami sesuai dengan passion. Masing-masing jenis fotografi memiliki teknik dan skill yang berbeda.

Fungsi Fotografi

Fotografi dan kamera dicipta menerusi sains. Pada zaman awalnya, perkembangan fotografi lebih tertumpu kepada proses penciptaan dan penambahbaikan terhadap sistem kamera itu sendiri. Pada era itu juga, fungsi gambar foto lebih kepada untuk merekod sesuatu. Dan berikut dibawah ini beberapa fungsi fotografi yang perlu anda ketahui.

1. Dokumentasi

Merekam berbagai momen yang ingin diingat oleh sang pemotret. Fungsi ini adalah fungsi awal yang membuat kamera dan fotografi lahir. Fotografi telah dikenal luas dan sudah mengukir sejarah panjang dalam hal media untuk mengabadikan atau mendokumentasikan suatu peristiwa.

Dalam dinamika perkembangannya banyak hal dapat dicatat, untuk dianalisa, difahami, dalam kaitannya dengan perkembangan di masa datang. Sebagai media dokumentasi, seni fotografi memiliki karakteristik tersindiri dan juga tantangan kedepan yang harus disikapi.

Fotografi memiliki kemampuan membekukan suatu momen, menjadikan momen itu abadi di dalam rentangan waktu yang terus berjalan. Sifat dokumentatif ini melekat sebagai salah satu fungsi dasar fotografi, kendati fungsi suatu foto selalu menyesuaikan tujuan foto itu dibuat.

Sifat dokumentatif ini erat dengan fotografi, sebab itu fungsi foto sebagai dokumentasi sering dianggap sudah dari sananya. Dengan sendirinya, sebelum dilekati fungsi tertentu, sebuah foto adalah reproduksi sekaligus dokumentasi terhadap apa yang difoto.

2. Membuat Karya Seni

Fungsi fotografi yang lahir kemudian adalah sebagai alat pembuat karya seni. Banyak orang menyadari bahwa kamera bisa dipergunakan layaknya kanvas bagi seorang pelukis. Keindahan bisa terekam dengan cara dan melalui media yang berbeda dibandingkan seni lukis sedangkan keindahannya tidak kalah.

Dalam perkembangannya ternyata kemudian, justru kata fotografi menyempit ke fungsinya yang kedua. Beberapa definisi lahir yang justru menekankan fotografi lebih berfungsi sebagai pencipta karya seni saja, contohnya : fotografi adalah seni melukis dengan cahaya.

Pandangan seperti ini melahirkan golongan eksklusif yang lebih menekankan unsur seni dalam fotografi. Golongan yang terkadang juga menjadi “chauvinistis” dan tidak bisa menerima pandangan orang lain. Mereka kerap menyebutkan bahwa gelar “fotografer” hanya layak diberikan kepada mereka yang bekerja keras menghasilkan foto yang berseni dan enak dilihat saja.

Padahal sebenarnya para seniman fotografi ini sebenarnya tidak berbeda dan sebenarnya kalah banyak jumlahnya dibandingkan mereka yang menggunakan kamera sebagai alat dokumentasi saja, apalagi di zaman smartphone sudah menjadi barang umum.

Segala sesuatu yang diciptakan manusia pasti memiliki fungsi atau peran dan ditujukan untuk memenuhi “kebutuhan manusia”. Tidak ada sesuatu yang merupakan hasil pemikiran manusia yang tidak memiliki fungsi.

Lalu Bagaimana Cara Agar Menghasilkan Foto Yang Bagus dalam Proses Pemotretan?

Memulai fotografi adalah sesuatu yang indah penuh dengan kreativitas dan temuan. Sayangnya, bagi kebanyakan pemula dalam fotografi, mereka mengenal fotografi dan ingin mendalaminya dengan terburu-buru, sehingga menciptakan kebingungan ketika mendengar saran dari teman dan frustrasi saat mereka baru belajar kamera dan mencoba untuk mengambil gambar pada media atau kamera digital hanya dari apa yang mereka lihat.

Belajar fotografi seharusnya adalah perjalanan yang menyenangkan dan anda hanya perlu sedikit saran untuk memulai dan memilih tempat terbaik. Untuk memulainya adalah dengan konsep dasar yang digunakan untuk membuat sebuah foto yang baik.

Pada akhir pembahasan ini, anda akan siap untuk mengambil langkah berikutnya dalam fotografi, tetapi mungkin masih dengan sedikit tantangan yang harus anda lewati. Berikut ini adalah beberapa langkah sederana yang dapat anda coba lakukan untuk mendapat hasil foto yang baik.

1. Pahami Bahwa Cahaya Hal Utama

Istilah fotografi artinya melukis dengan cahaya. Pastikan kondisi kamu memotret memiliki pencahayaan yang cukup. Sebelum anda memotret dengan kamera anda, lihatlah dari mana cahaya datang dan gunakanlah untuk keuntungan anda dalam memotret.

Apakah itu cahaya alami yang di hasilkan dari matahari atau sumber cahaya buatan seperti lampu, bagaimana anda dapat memanfaatkannya untuk membuat foto anda lebih baik? Hal ini menjadi nomor 1 karena keterbatasan sensor kamera handphone yang ukurannya lebih kecil dari DSLR, baik itu APSC apalagi yang full frame.

Karena ukurannya yang kecil, otomatis kemampuan menangkap cahayanya juga lebih sedikit. Oleh karena itu kita harus mengakalinya dengan memotret dalam lingkungan yang cukup terang.

2. Mengambil Gambar Secara Dekat

Seorang fotografer terkenal, bernama Robert Capa pernah berkata “Jika foto anda tidak cukup baik, berarti anda tidak cukup dekat saat membidiknya” ia menjelaskan tentang bagaimana cara melakukan pendekatan dalam tindakan saat pengambilan gambar.

Jika anda merasa sepertinya gambar yang diambil tidak ‘jelas’, mendekatlah lagi selangkah atau dua langkah lebih dekat dengan subjek anda. Isilah tampilan dengan subjek anda dan lihat berapa banyak hasil foto anda yang lebih baik tanpa banyaknya ruang yang terbuang. Semakin dekat anda dengan subyek, semakin jelas juga anda dapat melihat ekspresi wajahnya.

3. Memilih Subyek

Apa yang ingin anda foto sepenuhnya terserah pada anda. Jelajahi sekitar rumah anda untuk melihat apakah anda dapat menemukan sesuatu yang sederhana namun menarik untuk difoto. Anda tidak perlu merasa bahwa anda harus mengambil foto buah-buahan atau bunga hanya karena orang lain menggunakan obyek tersebut: berfikirlah kreatif tanpa menjadi terlalu ambisius.

Jika anda sedang berada di luar dan sesuatu menarik perhatian anda, bawalah benda itu pulang (jangan mencurinya!) atau buatlah catatan yang akan mengingatkan anda untuk mengambil foto benda tersebut dengan teknik untuk mengambil foto still life.

Hindari benda dengan permukaan yang memantul seperti kaca dan besi saat mulai mengambil foto, karena pencahayaan benda tersebut akan menjadi sulit untuk diatur. Setelah anda menguasai foto satu benda, cobalah untuk menyampur beberapa benda, mengkombinasikan berbagai obyek dengan bentuk, warna dan tekstur yang berbeda dan lihatlah apa yang anda bisa buat dari benda-benda tersebut.

4. Gunakan Peralatan Yang Tepat

Jenis peralatan yang anda butuhkan selama pemotretan tergantung pada jenis pemotretan yang anda lakukan. Tapi pada umumnya, anda perlu menyiapkan 2 kamera dan lensa yang bervariasi untuk situasi yang berbeda-beda. Disamping itu, anda juga perlu menyiapkan perangkat lunak yang tepat untuk melakukan pemeriksaan pasca pemotretan agar bisa menciptakan gambar yang bagus.

Ingat, semuanya ini tergantung pada jenis pemotretan yang anda lakukan. Jadi, gunakanlah alat yang tepat untuk setiap pemotretan yang anda lakukan.

5. Latihan Memotret Setiap Hari

Cara terbaik untuk mengasah kemampuan anda, yaitu berlatihlah. Ada banyak cara. Memotretlah sebanyak yang anda bisa, tak peduli apa pun itu. Menghabiskan waktu berjam-jam di belakang kamera anda. Sebagai keterampilan teknis untuk anda tingkatkan dari waktu ke waktu, kemampuan anda untuk memanfaatkannya, untuk menceritakan kisah-kisah dan lainnya juga.

Tidak perlu khawatir berlebihan tentang bagaimana cara memotret diawal. Percobaan dengan gaya anda yang ‘disuarakan’ tepat waktu, akan terlihat lebih otentik.

6. Kenali Kamera Anda

Kamera memiliki peran yang sangat penting dalam menghasilkan gambar yang bagus. Karena itu, sebelum anda membeli kamera pertama anda, maka belajarlah terlebih dahulu mengenai pengaturan dan ciri khas dari kamera yang hendak anda beli. Belajarlah untuk mengganti lensa foto tanpa harus melihat.

Karena meraba-raba dengan peralatan akan membuat anda tampak tidak profesional dan dapat mempengaruhi kualitas akhir foto anda.Untuk menjadi fotografer yang benar-benar mahir, maka anda perlu belajar dan berlatih. Berlatihlah secara luas di rumah anda dengan memanfaatkan lingkungan sekitar anda.

Ambilah beberapa gambar dengan pengaturan yang bervariasi untuk menghasilkan gambar yang unik dan menarik. Hal ini akan memudahkan anda dalam menentukan peralatan yang hendak anda gunakan dalam pemotretan.

7. Mengambil Inspirasi Dari Segala Bentuk

Mencari sebanyak mungkin informasi tentang fotografi, sebisa anda. Dari sumber online ataupun dari buku-buku dan majalah. Tapi jangan pasif, cobalah dari sudut yang berbeda. Lakukan apa yang anda suka atau tidak suka tentang itu.

Lihatlah unsur teknis pada gambar dan pikirkan tentang bagaimana cara membuatanya dan apa yang fotografer sedang coba untuk lakukan. Semakin banyak ilmu yang anda dapatkan, semakin baik pula hasil yang akan anda dapatkan saat mengaplikasikannya pada foto anda sendiri.

Bagian terbaik dari memiliki hobi seperti fotografi, yaitu takkan pernah kehabisan hal untuk dipelajari. Inspirasi ada di sekitar anda. Melihat segala sesuatu dengan sudut pandang fotografer dan anda akan melihat peluang yang tidak pernah anda lihat sebelumnya.

Nah, mungkin dari banyak nya individu berfikiran bahwa menjadi seorang fotografer adalah hal yang sangat tiodak mungkin. Namun untuk menjadi seorang fotografer profesional, anda membutuhkan waktu. Seperti halnya seorang dokter ingin menjadi ahli bedah membutuhkan proses, demikian pula halnya untuk menjadi fotografer profesional.

Tampilkan karya-karya anda yang menarik dalam bentuk portofolio agar bisa dilihat oleh semua orang. Jangan menyerah ketika anda baru saja memulai, tapi teruslah berusaha walaupun sulit, karena perjuangan dan kerja keras akan selalu dihargai dengan hasil yang menggembirakan.

Pastinya selain kesenangan dan kedamaian kegiatan ini juga bermanfaat untuk menghilangkan penat anda dan menjadi ladang penghasilan bagi mereka yang menekuni kegiatan dunia fotografi. Maka dari itu sekianlah penjelasan mengenai “fotografi” untuk itu sampai bertemu di artikel selanjutnya.