Fotografi Traveling Kegiatan Paling Menarik Saat Liburan

Fotografi Traveling Kegiatan Paling Menarik Saat Liburan

Traveling sudah menjadi hobby setiap orang. Dan yang paling di incar saat melakukan traveling adalah berfotoria. Tarveling tanpa menghasilkan foto rasanya hampa atau masih merasa ada yang kurang. Biasanya foto tersebut akan di unggah di media sosial, seperti facebook dan instagram. Banyak orang yang membawa kamera untuk memotret setiap tempat yang dikunjungi dengan konsep yang paling menarik.

Selain menggunakan kamera, banyak juga orang yang menggunakan handphone untuk pemotretan. Bagi seorang traveler sejati, teknik fotografi travel bukan istilah yang asing lagi. Apalagi yang ingin serius berprofesi sebagai travel blogger atau travel fotografer. Melakukan perjalanan memang sangat menarik untuk dilakukan, orang melakukan perjalanan sangat beranekaragam, mulai dari liburan, wisata, ataupun berbagai alasan yang lainnya.

Adapun foto-foto yang terkait fotografi traveling biasanya berhubungan dengan suasana baru, orang-orang baru, hingga sesuatu yang baru. Nah,, disini saya akan membahas mengenai Fotografi Traveling, ikutin ulasan berikut ini.

Mengumpulkan Informasi

Fotografi perjalanan adalah cabang fotografi yang melibatkan dokumentasi suatu daerah bisa dilihat dari segi pemandangan, masyarakat, kuliner disuatu daerah dan aktifitas dari komunitas lokal di daerah tujuan seperti, budaya, adat istiadat, hingga sejarah. Fotografi perjalanan bisa dibuat oleh siapa saja baik profesional ataupun amatir. Seseorang yang suka bepergian, hukumnya harus wajib membawa alat tempur yaitu kamera, entah itu kamera saku atau kamera DSLR.

Sebelum pergi ke tempat tujuan saat liburan, penting untuk melakukan riset kecil-kecilan dan mengumpulkan segala informasi terkait lokasi liburan. Contohnya, kalau anda ingin pergi ke suatu tempat, coba anda cari tau mengenai lokasi tersebut untuk tempat pemotretan yang bagus atau unik. Untuk menghasilkan foto-foto menarik sebaiknya rencana perjalanan sudah terkonsep sebelumnya. Artinya anda sudah memiliki gambaran tujuan dan lokasi mana saja yang anda bidik untuk pemotretan.

Anda pastinya akan tertarik untuk memotret setiap tempat yang dikunjungi dengan konsep yang paling menarik. Informasi lain yang dibutuhkan adalah mengenai pergelaran atau kegiatan seni budaya masyarakat setempat yang mungkin sedang berlangsung di tempat tujuan.

Jika melakukan traveling ke satu daerah yang belum pernah atau jarang dikunjungi berarti posisi anda adalah tamu dan sudah selayaknya tamu harus hormat dan sopan pada tuan rumah. Satu contoh ketika anda masuk pura, keraton, atau tempat-tempat suci untuk memotret, anda wajib bertanya apakah diperbolehkan mengambil foto di lokasi tersebut. Intinya jika memang dilarang anda juga tidak boleh memaksa.

Selain itu, seorang fotografer juga harus dibekali dengan pengetahuan dan penguasaan tetang teknik pemotretan, seperti pemilihan angle atau sudut pengambilan yang tepat, pemilihan lensa yang tepat, penentuan diafragma, pengaturan komposisi maupun teknik pencahayaan saat pemotretan agar anda dapat menghasilkan sebuah foto yang indah dan semenarik mungkin, enak dilihat dan yang terpenting bahwa karya foto tersebut memilki makna.

Fotografi Travel Bukan Sekedar Memotret Alam

Memang benar fotografi travel tidak hanya fokus pada obyek alam namun mencakup semua hal yang berkaitan dengan daerah tujuan. Misalnya kegiatan daerah, makanan kuliner, kesenian daerah, permainan tradisional anak-anak dan lain sebagainya. Di mata fotografer tentunya setiap objek wisata memiliki daya tarik berbeda-beda. Baik untuk keperluan dokumentasi pribadi atau untuk tujuan berbagai pendukung informasi.

Dalam pandangan fotografi, pengertian perjalanan berarti mengunjungi suatu tempat tertentu dengan melakukan serangkaian pemotretan. Menangkap ekspresi seseorang terkadang membutuhkan sebuah keahlian tersendiri dari seorang fotografer. Ekspresi itu penting dalam memotret sebuah potrait. Sejumlah emosi manusia yang terwujudkan lewat ekspresi seseorang.

Kreatifitas pun butuh proses, yang artinya melewati berbagai tahap yang membuat anda tidak bisa santai, terus berfikir dan berpacu dengan waktu untuk mengembangkan sebuah ide. Percaya dengan proses, untuk menjadikan karya yang lebih baik dan terus membaik. Kebudayaan adalah salah satu objek foto yang banyak diminati. Ketika anda sedang bepergian ke sebuah tempat dengan budaya yang khas, kamu bisa mengabadikannya dengan menonjolkan budaya, maka orang lain akan terbawa dalam ceritamu.

Jika koleksi fotomu lebih banyak berisi tentang gedung-gedung atau lanskap, maka tidak ada salahnya jika kamu mengambil foto rekan perjalananmu. Tentu saja, dengan mengambil foto rekan perjalanan, hal ini akan menjadi berbeda. Jika ingin mendapatkan foto traveling yang berbeda dan menawan, cobalah untuk mengambil foto dengan focal length yang berbeda. Kamu dapat mencoba lensa yang cukup lebar untuk mendapatkan pemandangan dengan view yang lebar.

Memanfaatkan Shutter Speed, ISO dan Peredam Getaran

Kamera pada dasarnya adalah sebuah alat yang berguna untuk menangkap cahaya melalui sensor kamera. Cahaya yang masuk akhirnya diterjemahkan oleh sensor menjadi sebuah gambar. Kebanyakan travel fotographer memotret destinasi wisata kemudian, mereka mengunggah foto-foto tersebut ke media sosial dengan tema fotografi traveling.

Shutter pada kamera secara simpel merupakan tirai yang berada didepan sensor kamera yang selalu tertutup sampai kamera ditekan (potret). Saat menekan tombol potret, shutter akan terbuka dan secara penuh mengekspos sensor kamera dengan cahaya yang masuk. Setelah selesai mengumpulkan cahaya, maka shutter akan tertutup kembali.

Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera. Ketiga elemen tersebut adalah:

  • ISO – ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya
  • Aperture – seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil
  • Shutter Speed – rentang waktu “jendela’ didepan sensor kamera terbuka

Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut exposure. Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya. Shutter Speed adalah ukuran waktu pada kamera yang mengatur bukaan shutter dalam rangka memberikan celah bagi cahaya, umumnya setelah cahaya masuk kedalam lensa melalui diafragma aperture, langsung menuju sensor atau roll film.

Beberapa penggunaan shutter speed, pada pagi hari umumnya tidak akan mengalami masalah, yang berarti berada di area terbuka sekitar jam 10-11 pagi. Area ini begitu terang. Sehingga anda cukup menggunakan ISO sebesar 400. Shutter speed dapat menggunakan kecepatan yang tinggi, mengingat cahaya yang masuk cukup besar.

Macam-Macam Kamera Traveler

Ketika Anda memang mempunyai misi sebagai seorang fotografer traveling atau setidaknya ingin mengabadikan tempat yang dituju dengan lebih serius, maka faktor perencanaan dan persiapannya tentu haruslah berbeda. Berikut adalah macam-macam kamera yang wajib anda miliki untuk traveller.

  • Mirrorless

Kamera mirrorless adalah salah satu kamera traveler yang berbentuk mirip seperti kamera saku namun lensanya bisa diganti-ganti sesuai kebutuhan. Kamera ini tegolong kamera yang memiliki berat yang ringan, enak dibawa saat traveling dan tidak memakan tempat. Untuk anda yang ingin menjadi travel photographer bisa menggunakan kamera jenis ini untuk sebuah fotografi traveling.

Kelebihan dari kamera jenis ini adalah lensa bisa diganti sesuai selera, ringan. Cocok dibawa ketika anda melakukan aktifitas. Kualitas foto yang dimiliki hampir seperti kamera DSLR pada umumnya. Bahkan pada kamera mirrorles memiliki beberapa fitur yang lebih unggul dibandingkan DSLR yang rumit. Namun kamera ini masih tergolong mahal.

  • DSLR

Model kamera ini sangat direkomendasikan kepada kamu yang punya skil foto baik. Maklum, dengan fitur manual, kamu bisa mendapatkan kualitas gambar, pilihan jangkauan hingga cakupan lensa yang lebih baik.

Pilihan lensa bisa kamu sesuaikan dengan destinasi wisata kamu. Jika ingin foto pemandangan, kamu bisa pakai lensa standar. Tetapi jika ingin mendapatkan obyek jauh, kamu bisa bawa lensa tele. Kekurangannya soal kepraktisan lantaran kamu harus siap ruang lebih untuk membawa pilihan lensa.

  • Kamera Pocket

Orang kerap memiliki kamera yang satu ini. Dengan fitur yang dimiliki simple dan mudah dioprasikan membuah user tidak perlu repot-repot belajar tentang teknik memotret dengan rumit. Karena tidak semua orang menggunakan kamera biasa menghasilkan gambar yang biasa pula. Kekurangan kamera ini adalah pada hasil gambar yang minim. Dengan bentuk yang kecil kamera ini tergolong praktis dan mudah untuk dibawa pergi.

  • Battery Grip

Battery grip sangat membantu Anda ketika Anda perlu kestabilan dalam memegang kamera secara portrait, atau ingin menambah berat kamera Anda. Sisi lain yang sangat menguntungkan dengan menggunakan battery grip adalah kapasitas baterai yang menjadi dua kali lipat, sehingga Anda akan bisa memotret lebih lama dari biasanya. Jika Anda memang lebih suka kamera dengan ukuran yang lebih kecil tanpa battery grip, Anda bisa membawa baterai cadangan.

  • Kamera Superzoom

Ini termasuk gabungan antara kamera saku dan DSLR. Memang bodynya sekilas mirip dengan DSLR, namun sistem pada kamera persis seperti pocket. Kamera ini memiliki keunggulan yang terletak pada kualitas zoomnya yang bisa mencapai 20x – 30x. Namun berbeda dengan kamera saku yang hanya memiliki kualitas zoom 5x -10 x saja.

Dan kekurangan dari kamera ini adalah lesanya tidak dapat diganti sesuai kebutuhan karena lensanya bersifat permanen. Untuk itu, kamera ini cocoknya digunakan untuk city tour atau cultural trip.

  • Aquapix

Sebuah kamera pendatang baru di dunia fotografi. Ini sangat cocok untuk melakukan pemotretan di dalam air, kamera ini dirancang untuk mengambil gambar di dalam air. Hanya saja kemampuan kamera ini hanya mencapai 3 meter saja dan selama 1 jam. Kamera aquapix ini masih menggunakan roll film dan perlu dicetak untuk mengetahui hasil foto kita. Mengenai harga kamera ini tergolong sangat murah denga fitur terbatas. Meskipun ukuran kecil dan praktis mudah dibawa kemana-mana dan aman untuk digunakan snorkeling.

  • Action Camera

Action camera merupakan kamera pendatang baru di dunia traveling. Bentuknya super simple dan kecil. Mudah dibawa kemana-mana dengan berbagai macam aktifitas. Lensa yang dimilikinya adalah sejenis lensa wide dan fish eye. Jadi terdapat lengkungan pada hasil foto kita. Banyak sekali merk untuk kamera satu ini. Dari harga murah sampai harga mahal. Kegunaannya hampir sama. Action camera ini sekarang menjadi kamera favorit dikalangan traveler.

Kalau kamu sering ke bepergian ke tempat yang agak kurang santai kondisi alamnya, ada baiknya cari kamera yang punya kemampuan weather resistant. Jadi, jika anda seorang traveling, sebaiknya anda benar-benar memilih kamera yang sesuai dengan tujuan pemakaiannya, agar anda puas dengan hasilnya.

Nahh,, itu dia pembahasan mengenai Fotografer Travelling. Mungkin anda selama ini kurang memahami seperti apa itu Fotografer Travelling. Atau bahkan anda hanya sekedar traveling atau motret foto-foto saja, tanpa anda menerapkan sistem Fotografer Travelling. Tadi saya sudah menjelaskan apa-apa saja yang wajib dimiliki oleh para Fotografer Travelling. Anda juga harus memilih kamera yang sesuai dengan kegunaannya. Semoga ulasan ini dapat membantu anda.