Mengenal Komposisi Dalam Dunia Fotografi

Mengenal Komposisi Dalam Dunia Fotografi

Mengambil suatu gambar atau foto mungkin bukanlah sesuatu hal yang asing lagi pada saat sekarang ini. Kegiatan ini hampir dilakukan oleh setiap orang, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Mendapat hasil gambar yang menarik dan bagus merupakan suatu kepuasan tersendiri. Akan tetapi, tidak semua orang tau cara untuk mengambil gambar atau foto agar terlihat menarik dan bagus. Hal ini mungkin terjadi karena sebagian dari kita tidak mengerti dan tidak tau apa sebetulnya yang membuat foto tersebut terlihat bagus.

Namun, hal ini bukanlah hal yang sulit bagi seorang fotograper, dimana seorang fotografer dituntut untuk bisa mengetahui suatu gambar tersebut bagus atau tidak. Bukan hanya itu saja, mereka juga harus tau bagaimana cara membuat foto agar terlihat menarik dan bagus. Mungkin kalian bertanya, apa sebetulnya rahasia yang membuat gambar tersebut tersebut terlihat menarik? Rahasianya adalah komposisi foto. Apa itu komposisi foto? untuk mengetahui lebih banyak hal tersebut, lihat ulasan dibawah ini.

Apa Itu Komposisi Fotografi?

Dalam seni visual, komposisi adalah penempatan atau pengaturan elemen-elemen visual atau ‘bahan-bahan’ dalam suatu karya seni, yang berbeda dari subjek. Ini juga dapat dianggap sebagai organisasi elemen seni sesuai dengan prinsip-prinsip seni.

Komposisi foto berbeda dari subjeknya, apa yang digambarkan, apakah momen dari cerita, seseorang atau tempat. Banyak subjek, misalnya Saint George dan Naga, sering digambarkan dalam seni, tetapi menggunakan berbagai komposisi hebat meskipun dua angka biasanya adalah satu-satunya yang ditampilkan.

Istilah komposisi berarti ‘menyatukan’ dan dapat diterapkan pada setiap karya seni, dari musik hingga tulisan hingga fotografi, yang disusun menggunakan pikiran sadar. Dalam seni visual, komposisi sering digunakan secara bergantian dengan berbagai istilah seperti desain, bentuk, pemesanan visual, atau struktur formal, tergantung pada konteksnya. Dalam desain grafis untuk penerbitan pers dan desktop, komposisi sering disebut sebagai tata letak halaman.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa komposisi dalam fotografi memiliki arti susunan gambar dalam batasan satu ruang. Atau bisa juga komposisi diartikan sebagai cara menyusun elemen-elemen objek foto yang penting secara keseluruhan yang ada dalam foto. Komposisi ini bertujuan untuk membangun mood suatu foto dan juga keseimbangan keseluruhan objek foto. Ini juga dapat menyusun perwujudan ide menjadi sebuah penyusunan gambar yang baik sehingga terwujud sebuah kesatuan dalam karya. Dalam dunia fotografi, ini juga bisa melatih kepekaan mata untuk menangkap berbagai unsur dan mengasah rasa estetik dalam pribada pemotret.

Aturan Dalam Komposisi Fotografi

Untuk mengembangkan pemahaman yang baik tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil dalam komposisi fotografi, ada baiknya mempelajari “aturan” dan melakukan praktik langsung. Dan ada banyak aturan, Anda mungkin pernah mendengar setidaknya beberapa dari itu, tetapi hal ini layak untuk diingatkan kembali. Mengingat! Tentu saja, ini benar-benar lebih pedoman daripada aturan yang sebenarnya.

The rule of thirds

The Rule of Thirds telah digunakan selama berabad-abad dan mungkin yang paling penting dari semua teknik komposisi. The Rule of Thirds berarti frame dapat dibagi menjadi tiga bagian horizontal dan tiga bagian vertikal dan oleh karena itu, di mana garis horizontal dan vertikal berpotongan membuat lokasi yang ideal untuk bagian-bagian yang lebih penting dari gambar. Dengan menempatkan subjek utama di salah satu dari empat persimpangan, Anda memberi subjek lebih banyak penekanan daripada jika itu tepat di tengah gambar. Ini juga teknik yang bagus jika Anda memiliki lebih dari satu subjek penting, persimpangan masih dapat berfungsi meskipun ada subjek di lebih dari satu. Pembagian juga dapat membantu dalam mengatur gambar, mereka dapat, misalnya, membantu Anda menentukan berapa banyak cakrawala yang Anda inginkan.

The Golden Ratio

Teknik komposisi The Golden Ratio adalah teknik komposisi yang membagi layar kita ke dalam beberapa bagian dengan perbandingan 1:1.618. Dibandingkan dengan Rule of Thirds, garis-garis dalam The Golden Ratio terkonsentrasi di tengah frame dengan ukuran 3/8 frame di bagian atas, 2/8 frame di tengah, dan 3/8 frame di bawah.

Rule of odds

Teori ini mengatakan bahwa sebuah foto akan terlihat menarik jika ada suatu objek yang ganjil atau yang jadi “penggangu” pada foto. Dengan adanya elemen ganjil yang mengganggu, maka membuat penikmat foto merasa “tidak yakin” mana yang harus dijadikan pusat perhatian dari foto tersebut. Tapi tetap saja, elemen ganjil ini harus senatural mungkin dan enak dipandang mata.

Living Space

Ini merupakan salah satu komposisi kreatif yang membiarkan banyak ruang kosong atau living space pada foto. Ruang kosong disini bisa berupa langit, hamparan padang pasir yang luas, padang rumput atau apapun yang bisa memberikan “ruang kosong” pada foto. Dengan memberikan ruang kosong yang tepat, foto kamu bisa terlihat sangat menarik dan kreatif.

Leading Lines

Leading Lines digunakan untuk memikat mata lebih dalam ke gambar atau ke subjek penting. Garis lurus, melengkung, sejajar, atau diagonal semuanya bagus untuk mempromosikan minat. Teknik ini juga membantu menciptakan sebuah ilusi kedalaman atau ilusi jarak dalam sebuah komposisi. Contoh yang baik bisa berupa jalan, sungai, jembatan, cabang, atau pagar.

Framing

Ini adalah taktik menggunakan lingkungan alam untuk menambah makna pada subjek Anda. Bisa berupa semak-semak, pohon, jendela, atau bahkan pintu seperti di gambar di bagian atas halaman ini. Dalam proses melakukan ini Anda harus berhati-hati agar Anda tidak hanya fokus pada apa yang membingkai subjek Anda. Pastikan Anda fokus pada subjek utama dan itu juga ide yang baik untuk menggunakan aperture sempit (high f / stop) untuk mencapai depth-of-field yang tinggi. Itu juga tidak akan menyakiti jika bagian dari gambar yang membingkai subjek menjadi lebih gelap jadi pastikan Anda mengambil pembacaan cahaya Anda pada subjek utama.

Balance

Balance secara khusus digunakan ketika menggunakan teknik komposisi Rule of Thirds atau The Golden Ratio dengan tujuan agar gambar memiliki keseimbangan. Sebuah foto yang memiliki subyek lebar dan berada di posisi paling depan dari subyek yang lain dapat menciptakan sebuah gambar yang terlihat terlalu berat sebelah.

Kita dapat menciptakan beberapa keseimbangan dengan menyertakan sebuah elemen yang kurang penting atau sebuah elemen yang tampil lebih kecil di belakang.

Lighting

Lighting atau pencahayaan dapat menambah atau memberikan efek dramatis ke dalam foto kita. Biasanya kita membutuhkan sumber cahaya dibelakang kita ketika memotret.

Terdapat tiga macam lighting yang dikenal dalam dunia fotografi, yaitu:

  1. Backlighting
  2. Sidelighting
  3. Floor lighting

Backlighting terjadi ketika sumber cahaya berada di depan lensa dan di belakang subyek hingga menciptakan gambar siluet. Sementara itu, sidelighting atau pencahayaan dari sebelah sisi sangat efektif dalam mengkomunikasikan kekuatan emosi. Terakhir, floor lighting adalah sebuah teknik yang menempatkan sebuah sumber cahaya di depan dan di bawah subyek dan kamera untuk menciptakan atau menimbulkan kesan misteri.

Pattern

Pola/pattern secara gampang bisa diartikan sebagai perulangan. Perulangan disini bisa jadi adalah perulangan bentuk, garis, warna, benda atau obyek apapun, dan perulangannya mungkin dalam format yang teratur maupun sedikit tidak teratur. Seorang fotografer yang jeli akan mampu memanfaatkan perulangan ini dalam sebuah foto, sehingga hasilnya bukan saja indah namun juga memiliki daya tarik kuat bagi mata yang melihatnya.

Color

Komposisi warna atau color bisa mewakili emosi, suasana, mood dan pesan yang ingin disampaikan oleh fotografer. Foto hitam putih atau BW juga bisa dimasukkan dalam komposisi color ini. Sebagai seorang fotografer, kita dapat mengkombinasikan beberapa warna sebagai sebuah cara atau teknik untuk menciptakan komposisi yang lebih atraktif.

Texture

Textures adalah cara lain yang dapat kita gunakan untuk menciptakan dimensi dalam sebuah foto. Dengan adanya tekstur maka detail benda akan lebih tampak apalagi jika dibantu dengan pencahayaan yang baik. Contoh objek yang biasa dijadikan komposisi tekstur adalah bebatuan, aspal, guratan tulang pada daun, kayu, kulit, mata, kain dan masih banyak lagi.

Tips Simpel Agar Komposisi Foto Makin Keren

Tidak ada aturan yang tetap dalam fotografi, namun ada beberapa panduan yang seringkali dapat membantu anda dalam meningkatkan kualitas foto anda. Hal ini mungkin terdengar klise, tapi tidak seharusnya kita terpaku pada aturan-aturan dalam fotografi. Berikut ini terdapat beberapa petunjuk komposisi yang bagus sebagai pedoman yang dapat anda gunakan disetiap kesempatan untuk menambah pengaruh yang baik bagi tampilan gambar anda.

Panduan-panduan ini akan membantu anda untuk memotret gambar yang lebih menarik lagi dalam fotografi; membawanya dalam keseimbangan yang alami; serta bisa mencermati tiap bagian terpenting dalam tampilan atau membawa mata para penyimak foto tertuju pada gambar anda. Ketika anda telah memahami tips-tips dari komposisi berikut, maka anda akan terkejut betapa menakjubkannya dampak yang di berikan komposisi tersebut bagi foto anda.

Ingat Prinsip Rule of Thirds

Coba bayangkan foto anda terbagi dalam 9 bagian yang sama besar dengan dibingkai oleh 2 garis secara vertikal dan 2 lainnya secara horisontal. Nampak menakjbukan bukan? Itulah prinsip the rule of thirds. Prinsip ini menyatakan bahwa anda harus menempatkan elemen terpenting pada tampilan anda sepanjang garis tersebut atau objek utama dimana garis tersebut memotong bagian dalam gambar. Dengan cara ini akan menambah keseimbangan dan kesan dalam foto anda. Beberapa kamera hadir dengan menawarkan pilihan untuk menyusun prinsip the rule of thirds secara otomatis pada tampilan layar LCD untuk membuatnya lebih mudah digunakan.

Berfikir Sebelum Memulai

Seperti halnya untuk semua jenis fotografi, demikian pula halnya dengan foto landscape, yaitu pikirkan terlebih dahulu segala sesuatu sebelum anda memulainya. Pastikanlah bahwa tidak ada lagi gangguan yang tidak perlu yang dapat mempengaruhi komposisi anda. Namun, jika hal itu terjadi, maka pindahkanlah hal-hal tersebut atau cobalah untuk memindahkan dirimu sendiri untuk melihat apakah hal-hal tersebut dapat dihindari dari komposisi pemotretan anda atau tidak. Jadilah fotografer yang kreatif dan jangan malas. Rencanakan segala sesuatu agar hasil yang bagus bisa anda peroleh.

Latar Belakang

Ini merupakan salah satu hal yang paling penting dalam menghasilkan gambar yang baik. Objek yang kita foto sangat berpengaruh dengan latar belakang gambar tersebut. Terkadang, latar belakang yang disertai dengan bokeh yang baik memang indah, namun itu juga tergantung dengan pilihan sang fotografer, apakah mau memburamkan atau memperjelas posisi latar belakang. Saat menemukan background yang kurang pas, kita bisa saja menata background untuk mendapatkan gambar yang dramatis.

Tampilkan Kesederhanaan

Semakin sederhana tampilan yang anda buat terhadap foto anda maka semakin kuatlah kesan yang ditimbulkan oleh foto tersebut. Pada umumnya, ketika kita melihat suatu pemandangan dengan mata telanjang, maka otak kita pasti akan secara otomatis mencari dimanakah titik yang paling menarik. Namun tidaklah demikian dengan kamera. Kamera tidak mampu melakukan hal tersebut karena kamera bukanlah otak, namun kamera mampu untuk mengabadikan apapun yang ada dihadapannya secara menyeluruh.

Untuk menyederhanakannya, maka ubahlah sudut pandang kita dengan cara yang berbeda sehingga mampu menonjolkan titik fokus yang ada di dalam gambar. Kita bisa melakukannya dengan memburamkan daerah lain atau juga bisa menajamkannya, tergantung apakah kita mau menjadikannya sebagai bagian dari atau hanya sebagai pelengkap subjek. Ingat, pola dan tekstur sangat berpengaruh untuk menghasilkan komposisi yang sederhana.

Perhatikan point of view anda

Sebelum anda mulai memotret, luangkan waktu untuk memikirkan tentang posisi anda hendak mengambil gambar. Maksimalkan penggunaan point of view secara menarik dan jangan selalu mengambil gambar dari bagian depan subjek anda. Ingat, point of view memiliki dampak yang besar terhadap komposisi foto anda, karena itu manfaatkan dengan sebaik mungkin. Jangan hanya sekedar memotret dari bagian depan subjek terus-menerus melainkan cobalah dengan cara yang bervariasi, misalnya, memotret dari bagian atas, bagian bawah, sebelah, belakang, seluruh foto, dan lain sebagainya. Jadilah fotografer yang kreatif dan jangan malas.

Gunakan leading lines

Cara ini memang lazim digunakan fotografer manapun dan juga terbukti efektif. Walaupun tips ini sederhana namun bila kita memahaminya akan mampu menghasilkan gambar yang menarik. Leding lines/garis pemandu mata alami menuju subjek sangat efektif, dan garis garis tersbut lazim kita temui baik berupa garis nyata maupun objek tertentu yang membentuk suatu garis. Cara ini akan memandu mata viewer menuju subjek utama dan efektif untuk menonjolkan subjek.

Gunakan tekhnik Farming

Framing merupakan teknik membingkai subjek dengan menyertakan objek ditepian frame baik bagian atas, bawah maupun samping. Frame natural akan sangat efekti digunakan seperti jendela maupun pintu, dedaunan dan pepohonan atau masih banyak lagi benda lainnya.

Penuhi frame

Jangan sia-siakan sisa tempat di dalam foto kita. Jika bagian kosong tersebut memang kosong dalam artian tak mendukung konteks foto, lebih baik kita crop atau zoom foto kita agar subjek utama mengisi frame.

Dengan mempelajari berbagai macam komposisi fotografi tentunya dapat mendatangkan manfaat bagi para pemula yang ingin terjun dalam dunia fotografi. Diantaranya adalah kita menjadi lebih memahami tentang apa itu komposisi, elemen-elemen yang ada di dalamnya, serta berbagai macam komposisi fotografi yang dapat membantu kita menciptakan karya seni yang bernilai tinggi.

Ingat, komposisi memainkan peranan yang cukup penting dalam menghasilkan foto yang keren dan bagus. Karena tanpa komposisi yang benar, maka setiap unsur yang ditampilkan dalam foto campur-aduk serta kacau-balau. Jangan menyerah saat anda belum bisa menghasilkan foto yang bagus karena kurangnya pemahaman yang benar tentang komposisi yang anda terapkan. Tetaplah belajar dan berlatih, karena segala sesuatu memerlukan proses. Teruslah berusaha dan jadilah fotografer yang kreatif dan berani untuk tampil beda.