Mengenal Lebih Jauh Tentang Fotografi Portrait

Mengenal Lebih Jauh Tentang Fotografi Portrait

Mendalami dunia fotografi bukanlah hal yang mudah, buat kalian yang masih pemula tentu saja harus belajar dari dasar. Fotografi juga terdiri dari beberapa jenis, salah satunya fotografi portrait. Nah di dalam artikel ini kita akan membahas lebih dalam tentang fotografi portrait, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Fotografi Portrait

Fotografi portrait atau portrait photography merupakan foto yang menggunakan foto wajah sebagai fokus utamanya, meskipun begitu foto portrait bukanlah foto yang secara fisik. Masing-masing memiliki fitur unik dan kepribadian dan ini adalah kekuatan utama fotografi potret.

Bukan hanya menampilkan foto orang semata, portrait photography yang baik mampu menangkap ekspresi, mimik, kepribadian, suasana hati seseorang agar foto yang dihasilkan lebih berkesan.

Jenis fotografi ini merupakan jenis fotografi yang paling tua di antara jenis yang lainnya. Tujuan utama dari foto portrait ini adalah mengabadikan momen dari orang dengan berbagai ekspresi. Karena basis utama manusia adalah perasaan seperti senang, sedih, malu, putus asa, menderita, menyendiri dan beragam perasaan lain yang kerap muncul pada raut wajah manusia. Itulah yang ditonjolkan dalam foto portrait.

Seperti halnya genre fotografi yang lain, maka fotografi portrait ini juga memiliki tantangan tersendiri yang tidak bisa dibilang sepele. Salah satu tantangan yang unik adalah bagaimana berhadapan dengan model yang akan kalian foto.

Seperti yang kita ketahui bahwa model adalah manusia dan manusia pasti memiliki mood atau suasana hati yang berubah–ubah. Tentu saja itu adalah yang cukup sulit untuk dipahami, karena jika model tersebut sedang tidak mood maka hasil potret bisa saja jadi tidak bagus.

Tips Melakukan Fotografi Portrait

Kegiatan fotografi yang satu ini mungkin yang paling umum dilakukan orang ketika memegang sebuah kamera karena memang tergolong sangat mudah untuk dilakukan. Akan tetapi, jika ingin mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi maka berikut ini adalah tips-tips untuk melakukan fotografi portrait:

  • Latihan Memotret Setiap Hari

Cara terbaik untuk mengasah kemampuan adalah dengan berlatih. Memotretlah sebanyak yang kamu bisa, tak peduli apa pun itu. Sebagai keterampilan teknis untuk kamu tingkatkan dari waktu ke waktu, kemampuan kamu untuk memanfaatkannya, untuk menceritakan kisah-kisah dan lainnya juga. Tidak perlu khawatir berlebihan tentang bagaimana cara memotret diawal.

  • Perhatikan Ekspresi

Viewer pasti ingin melihat ekspresi dari setiap gambar portrait yang mereka lihat. Ekspresi atau emosi sangat penting ditampilkan senatural mungkin, apakah itu ceria, marah atau sedih. Untuk menghasilkan kesan alami tentu dibutuhkan komunikasi yang baik antara fotografer dan model. Model yang relax atau tenang dan memiliki mood yang baik merupakan target yang diharapkan.

  • Lakukan Pemotretan Di Tempat Yang Nyaman

Jika kamu melakukan pemotretan di dalam studio, mungkin model atau subjek akan lebih canggung. Cobalah sesekali kamu melakukannya di tempat yang mereka suka. Sebagai contoh misalnya memotret anak-anak, nah saat mereka sedang bermain dengan mainan favoritnya atau saat mata mereka terlihat ceria, maka potretlah.

  • Cahaya

Sebelum kamu memotret dengan kamera, lihatlah dari mana cahaya datang dan gunakanlah untuk keuntungan kamu dalam memotret. Cahaya merupakan topik yang tidak ada habisnya untuk dibahas dan pada dasarnya ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam fotografi portrait.

Yang pertama adalah mudah diarahkan. Seperti halnya cahaya buatan maka cahaya natural juga demikian, bisa diarahkan. Karena alasan ini menggunakan cahaya jendela sangat disarankan. Untuk fotografi menggunakan cahaya alami arah datangnya cahaya sangat berpengaruh untuk mendapatkan cahaya yang terbaik.

  • Gunakan Exposure Compensation

Masalah fotografi umumnya saat memotret model adalah tone pada kulitnya akan mengalami underexposure. Kamu akan mendapati ini pada saat memotret model seluruh badan atau ketika kamu memotret ketika didominasi oleh warna putih, contohnya seperti memotret pengantin yang menggunakan gaun putih. Untuk mencerahkannya ketika kamu memotret dengan mode aperture priority, gunakan exposure compensation. Cobalah di +1 stop sehingga wajah model akan cerah.

  • Lensa dan Depth Of Field (DoF)

Untuk melakukan fotografi portrait, lensa dengan jangkauan focal yang panjang tidaklah mutlak dibutuhkan. Kamu bisa mengandalkan beberapa lensa non-zoom jarak pendek seperti 50 mm atau lensa zoom dengan jarak rentang zoom menengah seperti 18-55mm. Besaran diafragma lensa juga mempengaruhi foto portrait. Jika lensa yang digunakan memiliki diafragma hingga f/2.0 atau lebih besar, gunakan lensa tersebut pada bukaan diafragma terbesar.

Ini akan membuat efek bokeh (background menjadi blur) di belakang subjek dan memberikan unsur artistik pada foto. Hasilnya, model kamu akan terlihat lebih menonjol dari latarnya dan membuat mata yang melihat langsung tertuju pada model tersebut.

  • Pose

Untuk model profesional, bergaya di depan kamera bukanlah hal yang sulit. Dengan sedikit pengarahan gaya, kamu dapat mendapatkan pose yang sesuai dengan keinginan. Lalu bagaimana dengan yang belum terbiasa? Untuk mendapatkan pose yang baik akan diperlukan waktu yang cukup lama dan detail mulai dari tangan, jari jari dan kaki. Maka dari itu, sebagai fotografer harus pandai dalam melihat momen ketika mengarahkan model.

  • Ekspresi Dalam Candid

Yang namanya candid, sudah pasti kita sebagai fotografer kalau mau mengambil foto subjek harus tanpa sepengetahuan subjek bukan? Untuk membuat foto candid yang baik, kamu harus “menghilang” dari lokasi. Artinya orang tersebut tidak akan begitu sadar akan keberadaan kamu yang mengincar wajahnya.

Foto candid sebaiknya subjek foto tidak menyadari bahwa ia sedang difoto. Kenapa? Akan ada ekspresi yang keluar secara alami, tidak dibuat-buat, spontan dan hal itu sangat indah untuk foto portrait. Subjek pun juga merasa bisa menjadi dirinya sendiri yang apa adanya. Salah satu poin penting untuk mendapatkan foto portrait adalah kamu harus bisa melihat ekspresi natural subjek yang difoto.

  • Mengolah Foto Untuk Hasil Lebih Sempurna

Jika foto portrait yang dihasilkan masih kurang bagus, jangan langsung membuangnya. Saat ini telah banyak aplikasi olah foto yang beredar, mulai dari yang sederhana hingga yang memiliki tools lengkap. Lewat aplikasi pengolah foto tersebut, kamu dapat memperbaiki komposisi, mengoreksi warna hingga mengatur gelap terangnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cepat dan sangat mudah untuk dipelajari.

Komposisi Dalam Melakukan Fotografi Portrait

Foto portrait adalah kegiatan yang paling banyak kita lakukan kalau sudah memegang kamera (entah itu kamera digital atau kamera ponsel). Tak bisa dipungkiri, selain objek manusia sering dijumpai dan menarik untuk difoto, fotografi portrait juga sangat mudah dilakukan. Berikut ini adalah komposisi saat melakukan fotografi portrait:

  • Headroom

Headroom adalah ruang antara bagian atas kepala subjek dan bagian tepian frame. Kalau bisa jangan terlalu banyak ruang kosong di atas kepala agar dapat jarak yang pas untuk foto portrait. Bahkan kalau mau memotong bagian atas kepala subjek juga boleh agar di frame portrait terlihat full. Bagian kepala bisa di-crop sedikit atau kamu juga bisa berjalan mendekat atau melakukan zoom in untuk mengisi gambar dengan wajah, baik orientasi portrait maupun landscape, keduanya juga bisa.

  • Posisikan Mata Model atau Subjek

Mata merupakan daerah sentral fotografi portrait karena sorot mata bisa bercerita, beda dengan bagian tubuh lain. Memang salah satu bagian tubuh yang mampu bercerita dan memegang peranan penting dalam setiap fotografi portrait adalah mata.

Perhatikan posisi mata subjek karena mata menjadi titik fokus foto portrait dan kebanyakan orang akan melihat mata pada foto portrait. Kita juga bisa membuat efek kreatif selain hanya mata subjek melihat ke arah lensa seperti melihat ke arah lain, baik sedikit ke kiri kekanan maupun ke bawah.

  • Mengambil Gambar Dari Dekat

Jika foto kamu tidak cukup baik, berarti kamu tidak cukup dekat saat membidiknya. Jika kamu merasa sepertinya gambar yang diambil tidak ‘jelas’, mendekatlah lagi selangkah atau dua langkah lebih dekat dengan subjek kamu. Isilah tampilan dengan subjek kamu dan lihat berapa banyak hasil foto yang lebih baik tanpa banyaknya ruang yang terbuang. Semakin dekat kamu dengan subyek, semakin jelas juga kamu dapat melihat ekspresi wajahnya.

Itulah kurang lebih penjelasan di atas tentang fotografi portrait, mungkin kelihatannya mudah namun kamu tentu saja harus lebih mendalami lagi dunia fotografi agar mendapatkan hasil yang lebih bagus. Sekian dulu informasi kali ini, semoga dapat dimengerti dan dipahami.