Tak Perlu Mahal, Kamera Saku Sekalipun Ternyata Bisa Menghasilkan Gambar Berkualitas

Tak Perlu Mahal, Kamera Saku Sekalipun Ternyata Bisa Menghasilkan Gambar Berkualitas

Dunia fotografi saat ini tampaknya sedang naik daun atau mencapai puncaknya. Ini bisa diidentifikasi dari banyaknya masyarakat yang senang mengabadikan setiap tempat atau objek dimana pun mereka berada. Kalau bahasa gaulnya sih lebih dikenal dengan istilah  “hunting-hunting foto” dengan menggunakan kamera-kamera yang bagus.

Dan sepertinya nih, sekarang masyarakat lebih senang menggunakan kamera digital dibandingkan dengan kamera handphone atau smartphone. Selain kelihatannya lebih keren tuh pas dibawa kemana-mana, kualitas foto yang dihasilkan jauh lebih bagus. Mungkin inilah yang membuat banyak yang mulai beralih pada kamera digital.

Anda pasti pernah kan berada di sebuah acara atau momen-momen tertentu, yang menurut anda sangat penting dalam hidup anda? Sanking pentingnya momen tersebut, anda tentu ingin selalu mengingatnya atau menyimpannya sebagai kenangan dalam bentuk sebuah foto, bukan?

Nah, yang menjadi pertanyaan intinya adalah, coba bayangkan ketika moment tersebut dipotret dengan menggunakan kamera handphone dan setelah anda lihat ternyata hasilnya tidak begitu bagus, gelap atau buram misalnya, apa yang anda rasakan? Dan apa yang akan anda lakukan? Apakah anda menyalahkan orang yang memotret? Atau menyalahkan kamera anda?

Anda pasti bingungkan mau menyalahkan yang mana? Kalau sudah begini pasti akan timbul rasa kekesalan di dalam hati. Bawaannya pasti jadi badmood. Iya nggak? Biasanya sih ini terjadi pada kaum wanita yang memang selalu ingin mendapatkan hasil foto yang “perfect” atau sempurna. Hayo, yang wanita pasti lagi senyum-senyum nih bacanya.

Jenis Kamera Pengaruhi Kualitas Foto, Benarkah?

Apakah jenis kamera bisa mempengaruhi kualitas foto yang dihasilkan? Tentu saja bisa. Masing-masing kamera pasti akan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kalau anda ingin mendapatkan kualitas foto yang sangat baik, maka anda harus menggunakan kamera dengan kualitas terbaik pula.

Anda pasti pernah dengar kalimat “Ada Harga Ada Kualitas”, kan? Ini seringkali dipakai oleh para pedagang-pedagang yang tengah menjajakan jualannya secara online. Anda yang suka belanja online pasti pernah membaca kalimat ini. Kalau dicerna baik-baik di dalam pikiran, anda pasti akan mengerti kalau kalimat tersebut ada benarnya.

Kalau anda ingin mendapatkan produk yang bagus, so pasti anda harus membayar harga yang lebih mahal. Begitu pula dengan dunia fotografi. Kalau anda mau hasil-hasil jepretan anda bagus semua, ya tentu anda harus memotret dengan kamera yang tidak murahan.

Kita semua tahu bahwa kamera-kamera moderen yang ada atau dihasilkan saat ini semakin hari pastilah semakin canggih. Tidak ada perkembangan yang dilakukan kalau toh menghasilkan sesuatu yang biasa atau sama saja seperti yang sebelumnya. Kebanyakan kamera sekarang mampu melakukan hal-hal luar biasa, bahkan dalam mode otomatis ataupun semi otomatis.

Akan tetapi, untuk anda yang tidak hanya menganggap kegiatan memotret atau dunia fotografi sebagai sekedar kegiatan untuk mengisi waktu luang atau hobi sesaat saja, terkadang menggunakan kamera yang sudah ada mode otomatisnya tidaklah cukup dan anda masih membutuhkan kontrol serta setting yang jauh dari kata standar untuk mendapatkan gambar yang lebih baik.

Itulah sebabnya mengapa banyak orang berlomba-lomba untuk memiliki kamera yang berkualitas. Kamera digital seperti DSLR adalah salah satu jenis kamera yang paling banyak diminati oleh masyarakat.

Sebenarnya, kamera DSLR terlihat dan memiliki cara kerja yang hampir sama seperti kamera point and shoot atau kamera saku. Yang membedakan keduanya hanyalah terletak pada beberapa fitur tambahan yang diberikan pada kamera digital.

Fitur-fitur yang jauh dari kata “memanjakan” para fotografer profesional, membuat kamera ini dengan cepat dilupakan oleh mereka, karena pada dasarnya mereka hanya ingin mengambil gambar dengan cepat dan tidak tersendat oleh teknologi yang sulit digunakan tersebut.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa pemilihan kamera yang tepat adalah salah satu hal yang penting atau faktor pendukung yang bisa membantu untuk menghasilkan gambar-gambar yang berkualitas.

Pentingnya Dasar-Dasar Fotografi

Selain pemilihan kamera yang tepat, sebenarnya pengambilan atau untuk mengasilkan foto yang bagus, anda juga harus mengetahui dasar-dasar dalam fotografi. Secanggih atau semahal apapun kamera yang anda pakai untuk mengabadikan suatu objek tertentu, kalau tidak mengetahui dasar-dasar pengambilan foto yang benar, hasilnya pun tidak akan memuaskan.

Dengan kata lain, untuk anda yang masih dalam kategori pemula atau orang yang baru belajar, ini merupakan hal yang perlu anda ketahui dan dalami. Itupun kalau memang anda serius menggeluti dunia ini.

Ketahuilah bahwa untuk mendapatkan hasil foto yang berkualitas tinggi dari kamera mana pun, dasar-dasar fotografi tetap berlaku dan harus anda terapkan. Selain anda membutuhkan kamera, anda juga memerlukan tripod atau kaki tiga, karena alat ini memiliki peran penting jika kecepatan rana lambat diperlukan dan ketika hendak menggunaka lensa telefoto besar.

Kecepatan rana cepat atau shutter speed tetap menjadi cara utama untuk menghentikan aksi dan f-stop terus mempengaruhi kedalaman bidang. Bagian-bagian penting dari suatu adegan masih harus memiliki fokus yang terpusat pada mereka dan cahaya dramatis selalu membantu menghasilkan foto-foto yang juga dramatis.

Istilah “Digital” yang disematkan dalam kamera digital terkadang menimbulkan atau menyebabkan beberapa fotografer berpengalaman sekalipun merasa khawatir akan teknologi baru tersebut. Mereka khawatir kalau alat ini sulit untuk dikuasai.

Dibalik kekiniannya, beberapa hal masih menjadi kelemahan dari penggunaan kamera saku. Seperti shutter lag atau jeda waktu antara rana yang ditekan dengan gambar yang direkam, lensa tidak bisa diganti-ganti, keterbatasan aksesoris dan kendali noise pada ISO tinggi. Kelemahan-kelemahan ini tidak akan anda temui pada kamera jenis DSLR.

Dasar Fotografi Untuk Pengguna Kamera Saku

Walau demikian, menghasilkan foto bagus dengan kamera saku juga tidak bisa dianggap sebagai hal yang mustahil. Memahami dan mengoperasikannya dengan baik bisa menjadi awal yang baik untuk membuat dan menghasilkan sejumlah foto yang menarik.

Berikut ini kami akan memberikan beberapa informasi terkait dengan dasar-dasar fotografi dengan menggunakan kamera saku atau beberapa tips yang bisa anda lakukan jikalau memang anda cukup tertarik untuk mengetahuinya. Semoga ini bisa membantu anda dalam memahami konsep dasar fotografi menggunakan kamera saku.

Namun, anda harus tahu kalau bukan berarti setelah anda selesai membaca artikel ini anda akan langsung jago memotret, ataupun anda bisa mengatakan diri anda sebagai fotografer profesional, karena kalau ingin berhasil dalam belajar fotografi maka anda akan membutuhkan banyak latihan dan sikap mental sekeras baja.

  • Memilih Jenis Kamera Digital Yang Akan Digunakan

Kamera digital hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kamera saku point and shoot hingga SLR (single lens reflex) digital tingkat lanjut. Sekarang yang paling penting dalam hal ini bukanlah jenis kamera apa yang anda digunakan, melainkan pemahaman anda dalam menggunakan kamera tersebut, guna mendapatkan hasil yang bagus.

Kamera saku yang sederhana sekalipun dapat memberikan kualitas gambar yang mengejutkan, ketika mereka memiliki lensa dan sensor yang tepat. Karena kamera ini benar-benar otomatis dalam fokus dan eksposur, maka mereka hanya perlu diarahkan pada subjek yang hendak anda jepret dan kemudian anda tinggal mengkliknya.

Salah satu kelemahan terbesar yang bisa anda temukan dengan mudah pada kamera saku dan kamera yang murah lainnya adalah kinerja mereka yang sangat kurang baik ketika digunakan di dalam situasi yang minim cahaya.

Kamera-kamera tersebut biasanya akan bekerja dengan lambat dalam kondisi pencahayaan yang kurang baik sehingga berujung pada kualitas gambar yang bisa dibilang dibawah rata-rata atau buruk. Karena itu, untuk menghindari hal semacam ini, carilah kamera saku dengan satuan lampu kilat yang bagus untuk meningkatkan kinerjanya dalam cahaya yang rendah.

Tapi dibalik kelemahannya tersebut, terdapat kelebihan yang juga tak kalah menarik dan mengesankan, yaitu bentuknya yang simpel atau praktis dan dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam saku kemeja, sehingga membuat anda tidak akan melewatkan kesempatan foto yang luar biasa, karena harus mempersiapkan kamera dengan ukuran yang lebih besar.

Jangan salah, kamera yang canggih sekalipun sebagian besarnya sebenarnya bergantung pada kontrol otomatis. Namun, perusahaan dari kamera ini cenderung menambahkan fitur khusus untuk membuat kamera-kamera tersebut terlihat sedikit lebih fleksibel. Bisa dibilang ini adalah strategi pasar.

Fitur-fitur yang dimaksud tersebut adalah termasuk kompensasi pencahayaan, lebih banyak kontrol white balance, pengaturan manual terbatas dan banyak lagi yang lainnya. Meski masih relatif murah, kamera ini bisa menjadi pengantar yang bagus untuk kamera digital dan sangat pas untuk berfoto ria bersama mereka yang anda sayangi.

Anda juga bisa menggunakan kamera DSLR yang lensanya dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan dan menawarkan kontrol SLR 35 mm, termasuk lensa yang memberi anda banyak kemungkinan focal lenght (panjang fokal).

Fokal lenght dalam istilah fotograpi adalah jarak (dalam milimeter) dari pusat optik ke sebuah lensa menuju titik fokus yang terdapat pada sensor kamera saat objek di jarak infinity dalam keadaan terfokus. Fokal lenght juga berkaitan erat dengan Field of View atau FoV. Pokoknya FoV itu mengindikasikan seberapa lebar sudut pengamatan yang kita dapat dari suatu lensa.

  • Memulai Pengambilan Gambar Dari Sebelah Kanan

Cara untuk mendapatkan foto terbaik dari kamera digital adalah melakukannya dengan benar sejak awal pengambilan. Namun ada gagasan bahwa seseorang tidak perlu melakukan usaha yang berlebihan untuk mendapatkan hasil foto yang menakjubkan, seperti misalnya menggunakan komputer untuk “membantu”. Anda pasti mengertikan maksudnya?

Maksudnya, untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, anda tidak perlu sampai harus mengeditnya dengan “setengah mati” di komputer dengan menggunakan berbagai aplikasi-aplikasi pengeditan, yang mungkin biasa anda gunakan.

Beberapa tahun yang lalu, sebuah artikel fotografi digital di sebuah majalah berita utama mengatakan bahwa perangkat lunak telah tersedia, yaitu alat yang secara otomatis akan mengubah foto amatir menjadi gambar yang akan menyaingi para fotografer profesional terbaik.

Kalau anda memiliki pandangan yang mendalam pada arti sebuah seni, maka anda akan menyadari bahwa fotografi yang baik adalah selalu tentang seni dan kerajinan, tentang memahami penggunaan alat-alat kerajinan dan menggunakannya dengan baik dan tentang persepsi dan kemampuan untuk menangkap gambar yang menarik perhatian audiens.

Ketika anda sudah memiliki nilai-nilai berharga dari seni fotografi ini, maka tidak akan mungkin kalau anda akan melakukan berbagai cara untuk mengeksploitasi foto-foto asli yang anda dapat dengan cara mengeditnya.

  • Menjaga Agar Tangan Yang Mengambil Gambar Tidak Goyang

Kesalahan memotret yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang pada saat menggunakan kamera saku adalah shake atau kamera goyang ketika rana ditekan. Shake yang terjadi ini akan menimbulkan resiko “blur” yang lebih tinggi dan mengurangi ketajaman dari suatu gambar.

Untuk menghindari gambar blur atau goyang tersebut, maka anda harus memegang kamera dengan kedua tangan agar kokoh, serta tekan rana dengan lembut dan pasti. Jika perlu letakkan kamera pada landasan stabil seperti meja, kursi, tembok ataupun dengan menggunakan tripod.

Perhatikan agar jari-jari tidak menyentuh permukaan lensa dan flash ketika memotret. Tapak bekas jari bisa membuat gambar yang dihasilkan menjadi berkabut. Tangan serta jari sebaiknya tetap disamping dan bawah kamera untuk menjaganya tetap stabil.

  • Mengatur Eksposur

Kebanyakan kamera point and shoot memiliki fasilitas override eksposur sederhana, hal ini biasanya memungkinkan menghasilkan atau menciptakan overexpose (terlalu terang) atau underexpose (terlalu gelap) gambar anda.

Jadi, jika subjek didominasi oleh situasi yang minim cahaya, bereksperimen dengan mode overexposing untuk mendapatkan hasil yang bisa dikompensasi adalah pilihan yang tepat. Jika subjek didominasi cahaya yang terlalu terang, maka mengurangi sedikit pencahayaan pada kamera adalah cara yang tepat.

Coba tes ambil satu gambar, jika hasil foto terlihat kurang memuaskan anda bisa mengatur ulang eksposur pada kamera anda. Caranya, lihat di layar bagian belakang kamera anda, periksa histogram dan sesuaikan kompensasi eksposur anda.

Jangan takut untuk mengambil empat atau lima versi, karena layar LCD tidak selalu akurat. Anda dapat menghapus gambar yang buruk jika setelah penyetelan tadi masih anda anggap kurang pas.

  • Memperhatikan Komposisi Gambar

Aturan komposisi yang sangat mendasar dikenal sebagai aturan pertiga, atau aturan tic-tac-toe. Bayangkan jendela bidik atau monitor LCD anda dibagi menjadi sembilan kotak berukuran sama, seperti grid tic-tac-toe.

Arahkan atau letakkan gambar atau objek yang ingin anda ambil dengan posisi pusat subjek anda di salah satu dari empat titik yang berpotongan. Ini akan membantu anda menyusun lebih banyak potret estetika.

  • Jangan Gunakan Mode Zoom

Ada dua jenis zoom yang kita ketahui yang terdapat pada kamera digital, yaitu “optikal zoom”, dimana zoom dilakukan dengan menggunakan lensa dan yang lainnya adalah “digital zoom”, yaitu zoom yang dilakukan dengan menggunakan software dari kamera. Rata-rata kamera saku sekarang ini punya kemampuan 4x optical zoom (35(W)-140(T)mm), yang menandakan berapa kali perbesaran secara optical yang mampu dilakukan oleh kamera tersebut. Sedangkan untuk digital zoom bisa mencapai 16x dengan kombinasi optical zoom.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, maka hindarilah penggunaan digital zoom. Jika memungkinkan, luangkan waktu untuk berjalan mendekati objek untuk menghasilkan kualitas gambar yang baik. Pada kamera saku, anda dapat menemukan menu setting untuk mengunci digital zoom, sehingga pada saat anda menekan tombol zoom, hanya sampai batas optical zoom maksimum saja.

  • Mengubah Sudut Pandang Dalam Pengambilan Gambar

Jangan hanya memotret atau mengambil gambar dengan cara yang monoton atau memotret dari sudut yang sama, misalnya saat kita jepret foto selalu dari sudut yang sejajar, padahal anda bisa mengambil gambar tersebut dari sudut lain, seperti dari atas, bawah, bahkan dengan frame diagonal. Hal ini biasanya dikenal dengan istilah teknik dan aturan fotografi.

Hal ini juga menyangkut kepercayaandiri anda saat memotret. Tentu akan sulit kalau anda tidak percaya diri, ditambah lagi harus memotret dengan sudut pandang yang tidak lazim. Intinya, jangan takut untuk berbaring dan melihat subjek anda. Pendekatan yang sangat dinamis ketika sedang memotret akan memberikan hasil yang memuaskan bagi diri sendiri.

  • Mentranfer Gambar Digital

Kamera digital saat ini datang dengan beberapa cara mentransfer foto ke komputer. Ini biasanya melibatkan semacam kabel, meskipun beberapa kamera menggunakan inframerah dan teknologi nirkabel lainnya. Koneksi langsung mungkin bukan cara terbaik bagi fotografer untuk mendapatkan foto ke hard drive komputer.

Siapapun fotografernya pasti pernah mengunakan software yang satu ini untuk membuat hasil jepretanya tampak lebih indah. Memang setelah susah payah kita menghasilkan foto dengan kamera saku, terkadang ada beberapa hal yang memang perlu diedit lagi, tapi jangan berlebihan mengeditnya.

Foto yang mungkin pada awalnya kita lihat biasa saja, tapi setelah diberikan sedikit setting contrast, exposure, level, brightness, dan lain sebagianya, foto yang tadinya biasa tersebut bisa menjadi luar biasa. Sekali lagi, asal editannya gak berlebihan, pasti akan bikin bagus fotonya dan bukan malah merusak.

Ada sebagian orang yang menganggap bahwa dunia fotografi itu bukanlah hasil editing. Menurut kami itu tidak sepenuhnya benar. Memang zaman dahulu saat fotografi masih menggunakan kamera anolog alias film, itu tidak ada yang namanya proses editing. Kalaupun ada, tentunya tidak akan secanggih saat ini.

Akan tetapi meskipun begitu, dalam proses pencetakan di Darkroom (kamar gelap), sering seorang pencetak foto menggunta-ganti jenis kertas cetakannya dengan alasan, “Kertas ini satruasinya kurang” atau “kertas ini sobek”. Berbagai cara dilakukan agar hasil cetakan dari foto lebih baik.

Dan di zaman serba digital seperti sekarang ini, kita dimudahkan dengan adanya software editing foto di komputer atau bahkan smartphone. Seperti photoshop, pixlr dan lain-lain. Kita bisa memanfaatkan itu semua agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Bukan begitu?

Kesimpulan

Dengan menguasai semua jenis aturan fotografi, seperti aturan eksposure, komposisi dan cara memegang kamera yang benar, rasanya tidak akan mustahil bagi anda untuk menghasilkan gambar atau foto yang menarik atau berkualitas layaknya seorang fotografer profesional. Apalagi jika semuanya itu didukung oleh jenis kamera yang juga bagus.

Jika anda tidak menggunakan kamera yang memiliki manual mode, seperti misalnya menggunakan kamera digital biasa, anda masih bisa menghasilkan foto bagus jika anda mempelajari eksposure, Ini juga sangat perlu di pelajari karena biasanya seseorang akan lebih sensitif terhadap kondisi cahaya saat memotret.

Dengan mengetahuinya, secara otomatis anda tahu apa yang bisa anda lakukan saat foto underexpose atau overexpose. Mengenai komposisi, ini juga sangat berpengaruh dalam dunia fotografi, dimana kita akan memerlukannya untuk mengetahui apakah foto yang kita hasilkan sudah terlihat seimbang atau belum.

Memegang kamera juga sangat penting. Mengingat kamera saku cenderung memilik shuter lag, yang cukup lama dan shuter speed maksimal yang cukup rendah. Biasanya paling cepat itu 1/2000 detik, dalam keadaan memotret langit di siang hari tanpa zoom. Bila kita memegang kamera yang ringan itu dalam kondisi goyang, maka blurr tidak bisa dihindari.

Demikian artikel kami untuk kali ini mengenai cara mendapatkan hasil foto atau gambar yang baik dengan menggunakan kamera saku layaknya seperti para potografer profesional yang bisa kami sampaikan pada anda.

Satu pesan yang harus anda ingat, kenali kemampuan kamera saku anda serta memotretlah sesering mungkin. Berlatih, bereksperimen dan membuat banyak kesalahan adalah cara untuk menjadikan anda lebih baik dari waktu ke waktu.